Kurniawati, Heri (2026) PERBEDAAN KADAR UREUM PADA SERUM PASIEN KANKER PAYUDARA BERDASARKAN TAHAPAN KEMOTERAPI. KODEPRODI13353#TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS D4, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Awal)
Awal.pdf Download (306kB) |
|
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf Download (77kB) |
|
Text (Chapter 1)
Chapter1.pdf Download (84kB) |
|
Text (Chapter 2)
Chapter2.pdf Download (201kB) |
|
Text (Chapter 3)
Chapter3.pdf Restricted to Registered users only Download (207kB) |
|
Text (Chapter 4)
Chapter4.pdf Restricted to Registered users only Download (166kB) |
|
Text (Conclusion)
Conclusion.pdf Download (7kB) |
|
Text (References)
References.pdf Download (151kB) |
|
Text (Appendices)
Appendices.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Latar Belakang: Kanker payudara merupakan kanker terbanyak pada perempuan dan menjadi penyebab kematian utama. Kemoterapi dengan kombinasi carboplatin dan paclitaxel digunakan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Terapi ini dapat berdampak pada fungsi ginjal, sehingga diperlukan pemantauan kadar ureum untuk menilai dampaknya berdasarkan tahapan kemoterapi. Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan kadar ureum pada serum pasien kanker payudara berdasarkan tahapan kemoterapi. Metode: Jenis penelitian ini merupakan observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian ini terdiri dari 30 serum pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi dengan pengukuran kadar ureum dilakukan pada empat tahap yaitu tahap pre kemoterapi hingga post kemoterapi ketiga. Pemeriksaan kadar ureum dilakukan menggunakan metode enzimatik. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik, diawali dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan dilanjutkan dengan uji Kruskall-Wallis. Hasil: Nilai rata-rata kadar ureum pada serum pasien kanker payudara pre kemoterapi adalah 26,37 mg/dl, post kemoterapi pertama adalah 21,27 mg/dl, post kemoterapi kedua adalah 23,47 mg/dl, dan post kemoterapi ketiga adalah 25,27 mg/dl. Uji normalitas menunjukkan seluruh data tidak berdistribusi normal (p<0,05), sehingga dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil uji menunjukkan nilai signifikansi 0,113 (p>0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan bermakna kadar ureum serum pasien kanker payudara berdasarkan tahapan kemoterapi. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan kadar ureum pada serum pasien kanker payudara berdasarkan tahapan kemoterapi secara statistik. Kata Kunci: Kadar ureum, kanker payudara, kemoterapi
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Kata Kunci: Kadar ureum, kanker payudara, kemoterapi |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) T Technology > T Technology (General) T Technology > TP Chemical technology |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis > Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 04:20 |
| Last Modified: | 12 Oct 2026 04:20 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/21849 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
