Maulina, Rizki (2025) EVALUASI PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN ( PMT) LOKAL TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN DAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEYEGAN KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2025. Tugas Akhir Dietisien thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (AWAL)
Awal.pdf.pdf Download (561kB) |
|
Text (ABSTRACT)
Abstract.pdf.pdf Download (149kB) |
|
Text (CHAPTER 1)
Chapter 1.pdf.pdf Download (197kB) |
|
Text (CHAPTER 2)
Chapter 2.pdf.pdf Download (363kB) |
|
Text (CHAPTER 3)
Chapter 3.pdf.pdf Restricted to Registered users only Download (224kB) |
|
Text (CHAPTER 4)
Chapter 4.pdf.pdf Restricted to Registered users only Download (423kB) |
|
Text (CONCLUSION)
Conclusion.pdf.pdf Download (146kB) |
|
Text (REFERENCES)
References.pdf.pdf Download (139kB) |
|
Text (APPENDICES)
Appendices.pdf.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
Text (FULL TEKS)
RIZKI MAULINA_P71313124010.pdf.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK Latar Belakang : Masalah gizi pada balita masih menjadi salah satu tantangan utama dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Salah satu strategi pemerintah untuk mengatasi masalah gizi adalah melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) khususnya PMT lokal yang dirancang untuk memenuhi kekurangan gizi pada balita yang memiliki masalah gizi. Tujuan : Mengevaluasi efektifitas pemberian PMT lokal terhadap peningkatan status gizi pada balita dengan masalah gizi di Wilayah Kerja Puskesmas Seyegan tahun 2025. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang bersifat evaluatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2025. Populasi dan sampel pada penelitian ini sejumlah 92 balita. Analisis data menggunakan uji paired t-test Hasil : Rata-rata berat badan sebelum diberi PMT 9,49 kg, rata- rata berat badan setelah diberi PMT 10,16 kg. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji paired t-test, memiliki nilai p-value 0,001 yang mengindikasikan bahwa ada perbedaan berat badan sebelum dan sesudah diberi PMT. Diketahui bahwa indikator BB/U didapatkan nilai p-value 0,022 yang mengindikasikan bahwa ada perbedaan berat BB/U sebelum dan sesudah diberi PMT. Indikator TB/U didapatkan nilai p-value 0,190 yang mengindikasikan bahwa tidak ada perbedaan TB/U sebelum dan sesudah diberi PMT. Berdasarkan indikator BB/TB diperoleh nilai p-value 0,303 yang mengindikasikan bahwa tidak terdapat perbedaan BB/TB sebelum dan sesudah diberi PMT. Pengolahan PMT lokal dilakukan oleh penyedia katering mitra dibawah bimbingan nutrisionis. Distribusi PMT dilakukan oleh kader. Menu untuk PMT lokal ini menggunakan siklus menu 14 hari. Kesimpulan : Berdasarkan hasil yang diperoleh ada peningkatan berat badan balita sebelum dan sesudah diberi PMT pangan lokal dengan nilai p-value 0,001. Dari indikator BB/U didapatkan nilai p-value 0,022. Indikator TB/U didapatkan nilai p-value 0,190. Indikator BB/TB diperoleh hasil nilai p-value 0,303. Pengelolaan PMT lokal dilakukan oleh penyedia katering mitra dibawah bimbingan nutrisionis Kata Kunci : PMT Lokal, Berat Badan, Status Gizi
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir Dietisien) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | PMT Lokal, Berat Badan, Status Gizi |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 31 Mar 2026 03:55 |
| Last Modified: | 31 Mar 2026 03:55 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/21713 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
