Syahfina, Annisa Indira (2025) ASUHAN GIZI TERSTANDAR PADA PASIEN ILEUS DAN MALIGNANT NEOPLASM RECTOSIGMOID JUNCTION DENGAN RIWAYAT POST COLOSTOMY DI RUANG RAWAT INAP BEDAH. Tugas Akhir Dietisien thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Awal)
Awal.pdf Download (898kB) |
|
Text (Abstract)
Abstract.pdf Download (262kB) |
|
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf Download (284kB) |
|
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf Restricted to Registered users only Download (886kB) |
|
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (401kB) |
|
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf Download (465kB) |
|
Text (Chapter 5)
Chapter 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (311kB) |
|
Text (Conclusion)
Conclusion.pdf Restricted to Repository staff only Download (248kB) |
|
Text (References)
References.pdf Download (192kB) |
|
Text (Appendices)
Appendices.pdf Download (985kB) |
|
Text (Fulltext)
ANNISA INDIRA SYAHFINA_P71313124050.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Malignant neoplasm rectosigmoid junction adalah pertumbuhan sel abnormal di usus besar persimpangan antara bagian terakhir dari usus besar, yaitu kolon sigmoid dan rektum. PAGT penting karena asupan gizi yang tidak adekuat dapat memperpanjang rawat inap, meningkatkan komplikasi pasca operasi, dan menurunkan kualitas hidup pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui PAGT pada pasien dengan ileus dan malignant neoplasm rectosigmoid junction dengan riwayat post colostomy di ruang rawat inap bedah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian kualitatif dalam bentuk studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah pasien dengan ileus dan malignant neoplasm rectosigmoid junction dengan riwayat post colostomy. Proses asuhan gizi terstandar dilakukan selama 3 hari berturut-turut. Skrining gizi pasien menggunakan MST, didapatkan pasien beresiko malnutrisi dan termasuk kondisi khusus dikarenakan kondisi bedah mayor digestif. Status gizi pasien kurang berdasarkan %LILA. Hasil pemeriksaan biokimia menunjukkan eosinofil dan hematokrit rendah, serta prokalsitonin (PCT) dan neutrofil tinggi. Keluhan pasien selama monitoring adalah nyeri operasi dan tekanan darah tinggi (hipertensi). Asupan pasien mengalami peningkatan pada hari pertama hingga ketiga pemantauan. Diagnosa yang diangkat berdasarkan problem adalah NI-5.1 Peningkatan kebutuhan energi-protein, NI-5.3 Penurunan kebutuhan natrium, NC-1.4 Gangguan gastrointestinal. Selama monitoring dan evaluasi terdapat problem gizi yang berubah yaitu NI-2.1 Asupan per oral tidak adekuat. Edukasi yang diberikan mengenai diet pasca operasi laparotomy eksplorasi dan kolostomi. Asuhan gizi terstandar memberikan kontribusi positif terhadap pemulihan pasien ileus dan malignant neoplasm rectosigmoid junction dengan riwayat post colostomy melalui pendekatan pola makan yang disesuaikan dan edukasi. Kata Kunci: Asuhan Gizi, Ileus, Kanker Kolon, Colostomy
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir Dietisien) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Asuhan Gizi, Ileus, Kanker Kolon, Colostomy |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 06:55 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 06:55 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/21636 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
