Rahmadani, Nadia Amita (2025) IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) BERBAHAN PANGAN LOKAL PADA BALITA GIZI KURANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SRANDAKAN. Tugas Akhir Dietisien thesis, POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA.
|
Text (Awal)
Awal.pdf Download (484kB) |
|
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf Download (96kB) |
|
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf Download (118kB) |
|
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf Download (113kB) |
|
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (128kB) |
|
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (286kB) |
|
Text (Conclusion)
Conclusion.pdf Download (44kB) |
|
Text (References)
References.pdf Download (112kB) |
|
Text (Appendices)
Appendices.pdf Restricted to Registered users only Download (498kB) |
|
Text (Full Tugas Akhir)
Full Tugas Akhir.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf Restricted to Repository staff only Download (459kB) |
Abstract
Latar Belakang : Kesehatan dan status gizi anak merupakan indikator utama keberhasilan pembangunan bangsa. Masalah gizi pada balita (usia 0–59 bulan) menjadi isu penting, terutama gizi kurang yang masih banyak ditemukan. Berdasarkan studi pendahuluan di Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, prevalensi balita gizi kurang tertinggi terdapat di wilayah kerja Puskesmas Srandakan. Sebagai upaya perbaikan, pemerintah melaksanakan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal. Namun, pelaksanaan program ini masih menghadapi beberapa kendala sehingga diperlukan penelitian mengenai implementasinya. Tujuan : Mengetahui implementasi program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal pada balita gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Srandakan Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulam data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil : Komponen input meliputi sumber daya manusia (dokter, ahli gizi, kader posyandu), dana dari BOK, dana desa, dan kas kader, sarana prasarana pendukung, serta bahan pangan lokal hasil kerja sama dengan kelompok wanita tani. Komponen proses mencakup perencanaan melalui rapat koordinasi dengan pihak internal dan eksternal puskesmas; pengorganisasian berdasarkan pembagian tugas antara ahli gizi sebagai pengawas sekaligus pelaksana dan kader posyandu sebagai pelaksana lapangan; pelaksanaan berupa pendistribusian PMT dan edukasi gizi; serta pengawasan dilakukan langsung dan melalui grup WhatsApp. Cakupan penerimaan PMT mencapai 100%, namun peningkatan status gizi belum dapat dievaluasi karena program masih berjalan. Kesimpulan : Implementasi PMT telah sesuai petunjuk teknis PMT 2025, meski terkendala pada penentuan sasaran akibat penolakan sebagian ibu balita.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir Dietisien) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | PMT, Pangan Lokal, Balita, Gizi Kurang, Srandakan |
| Subjects: | R Medicine > RZ Other systems of medicine |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 03:46 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 03:46 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/21596 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
