Fitrianingrum, Nurul (2025) Analisis Pengukuran Tingkat Kepekatan dan Kerapatan Asap Sumber Tidak Bergerak pada Cerobong Asap CV Tumitah. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Awal)
Awal.pdf Download (582kB) |
|
Text (Abstract)
Abstract.pdf Download (305kB) |
|
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf Download (325kB) |
|
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf Restricted to Registered users only Download (228kB) Request a copy |
|
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (489kB) Request a copy |
|
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (572kB) Request a copy |
|
Text (Conclusion)
Conclusion.pdf Download (302kB) |
|
Text (Reference)
Reference.pdf Download (417kB) |
|
Text (Appendices)
Appendices.pdf Download (3MB) |
|
Text (NURUL FITRIANINGRUM (P07133122115); NARIS DYAH PRASETYAWATI (4025038701); YAMTANA (4002056201))
NURUL FITRIANINGRUM (P07133122115); NARIS DYAH PRASETYAWATI (4025038701); YAMTANA (4002056201).pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) Request a copy |
|
Text (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf Restricted to Repository staff only Download (601kB) Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Polusi udara memiliki berbagai dampak buruk terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Beberapa jenis polutan bersifat lebih beracun dan memberikan efek yang sangat merugikan bagi kesehatan pekerja maupun masyarakat umum salah satunya emisi gas buang sumber tidak bergerak pada cerobong asap industri. Berdasarkan data Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara tahun 2022 Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tercatat sebanyak 513 industri berskala sedang dan besar, serta 146.658 industri mikro dan kecil. Dari data tersebut, terdapat 55 industri yang diketahui menggunakan cerobong asap dan telah terdaftar di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepekatan dan kerapatan asap (opasitas) yang dihasilkan oleh cerobong asap di CV Tumitah, serta meninjau kondisi lingkungan yang memengaruhi penyebaran emisi tersebut. Metode: Pengukuran dilakukan selama lima hari dengan dua sesi pengamatan harian, menggunakan metode skala Ringelmann untuk opasitas serta alat bantu Thermometer HTC-1 dan Anemometer untuk pengukuran suhu, kelembaban, dan kecepatan angin. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa tingkat opasitas rata-rata sebesar 23,2%, masih berada di bawah batas maksimum 30% sesuai PermenLHK No 7 Tahun 2007. Suhu di area pengamatan berkisar antara 27,5°C hingga 37°C, kelembaban relatif antara 63%–82%, dan kecepatan angin dari 0,2 m/s hingga 1,2 m/s. Kondisi ini menunjukkan bahwa penyebaran emisi dipengaruhi oleh faktor cuaca, kelembaban tinggi akibat material kayu, serta kecepatan angin yang cenderung rendah. Meskipun masih dalam ambang batas aman, akumulasi dalam jangka panjang dari partikel emisi tetap berisiko bagi lingkungan sekitar, pekerja, dan masyarakat. Kesimpulan: Tingkat opasitas asap rata-rata sebesar 23,2% menunjukkan bahwa emisi dari cerobong asap CV Tumitah masih memenuhi ketentuan. Namun, Dampak terhadap lingkungan tetap ada, khususnya jika tidak disertai dengan sistem pengelolaan emisi yang memadai. Kata kunci: opasitas, cerobong asap, emisi, kualitas udara, sumber tidak bergerak.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | opasitas, cerobong asap, emisi, kualitas udara, sumber tidak bergerak. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) Q Science > QE Geology Q Science > QH Natural history Z Bibliography. Library Science. Information Resources > ZA Information resources |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi DIII Kesehatan Lingkungan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 05 Jun 2026 07:45 |
| Last Modified: | 05 Jun 2026 07:45 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/21192 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
