FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KEPUTIHAN REMAJA DI SMK YPKK 2 SLEMAN TAHUN 2019

Jeannira Widny Prabawati*, Tri Maryani, Niken Meilani, and Jeannira Widny Prabawati*, Tri Maryani, Niken Meilani, and Jeannira Widny Prabawati*, Tri Maryani, Niken Meilani, (2019) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KEPUTIHAN REMAJA DI SMK YPKK 2 SLEMAN TAHUN 2019. skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

[img] Text
BAGIAN AWAL-dikonversi.pdf

Download (259kB)
[img] Text
BAB 1-dikonversi.pdf

Download (125kB)
[img] Text
BAB 2-dikonversi.pdf

Download (209kB)
[img] Text
BAB 3-dikonversi.pdf

Download (291kB)
[img] Text
BAB 4-dikonversi.pdf

Download (194kB)
[img] Text
BAB 5-dikonversi.pdf

Download (34kB)
Official URL: http://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

Latar belakang : Kasus IMS yang ditemukan di Yogyakarta pada tahun 2016 sebanyak 3087 kasus dan sekitar 28,6% penderitanya adalah kaum remaja (usia 15- 24 tahun). Data jumlah kasus IMS dan ISR remaja putri usia 15-18 tahun di Kabupaten Sleman pada tahun 2017 terbanyak ditemukan di Puskesmas Sleman sebanyak 17 kasus. Tujuan penelitian : Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan keputihan pada remaja di SMK YPKK 2 Sleman. Metode penelitian : Penelitian ini adalah observational analitik dengan desain penelitian crosssectional. Populasi penelitian adalah siswi kelas X SMK YPKK 2 Sleman sebanyak 179 orang. Penelitian dilaksanakan bulan April 2019. Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariat dengan uji chi-square, dan analisis multivariat dengan uji regresi logistikberganda. Hasil penelitian : Hasil analisis chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p-value 0,001), sikap (p-value 0,001), dan peran orangtua (ibu) (p-value 0,002) dengan perilaku pencegahan keputihan remaja. Sedangkan variabel peran teman sebaya (p-value 0,468) dan keterpaparan informasi melalui media cetak (p-value 0,835), media elektronik (p-value 0,307), internet (p-value 0,723), guru (p-value 0,419), keluarga (p-value 0,322) dan tenaga kesehatan (p-value 0,971) yang artinya tidak ada hubungan siginifikan dengan perilaku pencegahan keputihan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa kekuatan hubungan terbesar dan terkecil adalah pengetahuan (OR=6,233) dan peran orangtua (ibu) (OR=2,931). Kesimpulan : pengetahuan, sikap dan peran orangtua (ibu) berhubungan dengan perilaku pencegahan keputihan. Tidak ada hubungan antara peran teman sebaya dan keterpaparan informasi dengan perilaku pencegahan keputihan. Faktor yang paling dominan dengan perilaku pencegahan keputihan adalah pengetahuan

Item Type: Thesis (skripsi)
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan
Depositing User: analis
Date Deposited: 18 Dec 2019 02:39
Last Modified: 18 Jun 2020 07:32
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/2248

Actions (login required)

View Item View Item