Sitohang, Roberta Anggeny (2022) ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. A USIA 32 TAHUN G2P1A0Ah1 DARI MASA KEHAMILAN SAMPAI KELUARGA BERENCANA DI PUSKESMAS GEDONGTENGEN YOGYAKARTA. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text
ABSTRACT.pdf Download (9kB) |
|
Text
CHAPTER I.pdf Download (130kB) |
|
Text
CHAPTER II.pdf Download (316kB) |
|
Text
CHAPTER III.pdf Download (176kB) |
|
Text
CONCLUSION.pdf Download (12kB) |
|
Text
REFRENCES.pdf Download (311kB) |
|
Text
APPENDICES.pdf Download (898kB) |
|
Text (awal)
edit AWAL.pdf Download (173kB) |
Abstract
Ny. A adalah ibu hamil wilayah kerja Puskesmas Gedongtengen. Riwayat ANC sebelumnya, Ny. A memeriksakan kehamilannya di dokter SpOG. Puskesmas Gedongtengen dan Puskesmas Tegalrejo. Pertemuan pertama bersama Ny.A pada tanggal 11 Januari 2022 saat usia kehamilan 36 minggu 4, dengan keluhan ibu sering buang air kecil. Pertemuan kedua ibu pada tanggal 17 Januari 2022 di usia kehamilan 37 minggu dengan keluhan kenceng namun tidak sering. Persalinan spontan tanggal 19 Januari 2022 di Puskesmas Tegal Rejo. Proses persalinan ditolong oleh dokter residen, tidak ada komplikasi. Pada pukul 06.49 WIB bayi lahir menangis kuat, tonus otot dan gerakan aktif, kulit kemerahan. Jenis kelamin laki-laki, dilakukan IMD, berat badan bayi2595 gram, PB 47 cm, LK 33 cm, LD 33 cm, Lila 11 cm. Pemantauan kala IV dengan hasil TFU 3 jari dibawah pusat kontraksi keras, ibu mengatakan ASI sudah keluar sedikit. Pada kunjungan neonatus bayi sehat dan tidak ada penyulit. Pada masa nifas dilakukan pemantaun dan kunjungan nifas selama tiga kali tidak ditemukan masalah, dan jahitan sudah kembali normal dan tidak ditemukan tanda infeksi. Untuk ibu, masalah yang ada adalah ibu sedikit stres karena merasa ASInya kurang dan merasa sakit saat menyusui. Kesimpulan dari asuhan ini adalah ibu hamil dengan multigravida normal. Pada persalinan dilakukan secara spontan. Dibutuhkan edukasi dan dukungan kepada ibu mengenai pentingnya bayi mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan dan teknik menyusui yang tepat. Menurut banyak penelitian bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif akan lebih mudah terserang penyakit infeksi seperti ISPA dan diare, memiliki kecerdasan yang kurang, memiliki kecenderungan stunting, serta ikterus neonatorum yang lebih tinggi dari bayi yang mendapat ASI eksklusif. Ibu mengatakan bekerja sebagai karyawan swasta dan keseharian tinggal bersama orangtua Ny.A sedangkan suami kerja di Jakarta. Dalam pemilihan jenis kontrasepsi pada kasus ini setelah berdiskusi bersama suami, ibu memutuskan untuk kb mandiri dan kondom dikarenakan frekuensi bertemu dengan suami tidak sering.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Pendidikan Profesi Bidan |
| Depositing User: | Users 30 not found. |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 07:03 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 07:03 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/9210 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
