Nafiri, Naftalia Putri (2026) Studi Penggunaan Filter Media Pasir Malang, Zeolit dan Arang Aktif Untuk Menurunkan Kadar Besi (Fe), Kekeruhan Air Sumur Bor di Huntap Plumbon, Sindumartani, Ngemplak, Sleman. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text (Cover)
AWAL.pdf

Download (3MB)
Text (Abstract)
ABSTRACT.pdf

Download (497kB)
Text (Chapter 1)
CHAPTER 1.pdf

Download (557kB)
Text (Chapter 2)
CHAPTER 2.pdf

Download (627kB)
Text (Chapter 3)
CHAPTER 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (704kB)
Text (Chapter 4)
CHAPTER 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (572kB)
Text (Conclusion)
CONCLUSION.pdf

Download (392kB)
Text (References)
REFERENCES.pdf

Download (503kB)
Text (Appendices)
APPENDICES.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
Text (KTI)
NAFTALIA PUTRI NAFIRI_P07133123016.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)
Official URL: https://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Air tanah di Hunian Tetap (Huntap) Plumbon, Desa Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman mengandung kadar besi (Fe) dan kekeruhan yang cukup tinggi, sehingga tidak memenuhi standar Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 dengan batas maksimum Fe 2,0 mg/L dan kekeruhan kurang dari 3 NTU. Dengan demikian, diperlukan filtrasi sebagai salah satu cara menurunkan kadar besi dan kekeruhan air tersebut. Filtrasi menggunakan rangkaian filter media pasir malang, zeolit dan arang aktif dengan ketebalan media 20 cm dalam housing filter. Tujuan: Mengetahui penggunaan filter media pasir malang, zeolit dan arang aktif dalam menurunkan kadar besi (Fe) dan kekeruhan air sumur bor di Huntap Plumbon, Sindumartani, Ngemplak, Sleman. Metode: Jenis penelitian ini quasi eksperiment dengan desain pre test - post test yang akan dianalis secara diskriptif untuk mengatahui kinerja media filter. Sampel penelitian ini adalah 1 kontrol 1 perlakuan yang dilakukan selama 3 hari. Debit aliran yang digunakan yaitu 500ml/menit untuk mangambil sampel air di air sumur bor Huntap Plumbon, Sindumartani, Ngemplak, Sleman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kadar Fe setelah filtrasi pada hari ke-1, ke-2, dan ke-3 berturut-turut sebesar 1,16 mg/L, 1,22 mg/L, dan 1,18 mg/L, dengan persentase penurunan rata-rata sebesar 50%. Sementara itu, tingkat kekeruhan setelah filtrasi pada hari ke-1, ke-2, dan ke-3 masing-masing sebesar 9,97 NTU, 12,18 NTU, dan 11,05 NTU, dengan persentase penurunan rata-rata sebesar 56%. Kesimpulan: Filtrasi menggunakan media pasir malang, zeolit dan arang aktif dapat menurunkan kadar besi (Fe) dengan rata-rata 50% dan kekekeruhan dengan rata-rata 56%. Dengan hasil penelitian tersebut, kadar besi (Fe) dan kekeruhan dalam air masih belum memenuhi standar baku mutu menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023. Kata kunci: filtrasi, pasir malang, zeolit, arang aktif, besi (Fe), kekeruhan, air

Item Type: Thesis (Skripsi)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: Kata kunci: filtrasi, pasir malang, zeolit, arang aktif, besi (Fe), kekeruhan, air
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi DIII Kesehatan Lingkungan
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 07 Aug 2026 10:03
Last Modified: 07 Aug 2026 10:03
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/24149

Actions (login required)

View Item View Item