Ramadhani, Binar (2026) PENERAPAN WHITE NOISE THERAPY TERHADAP KEBUTUHAN ISTIRAHAT TIDUR PADA PASIEN DENGAN KANKER KOLOREKTAL YANG SEDANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSA UGM. Tugas Akhir Ners thesis, POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA.
|
Text (Awal)
1. Awal.pdf Download (452kB) |
|
Text (Abstract)
2. Abstract.pdf Download (323kB) |
|
Text (Chapter I)
3. Chapter 1.pdf Download (531kB) |
|
Text (Chapter II)
4. Chapter 2.pdf Download (865kB) |
|
Text (Chapter III)
5. Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (396kB) |
|
Text (Chapter IV)
6. Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
Text (Conclusion)
7. Conclusion.pdf Download (243kB) |
|
Text (References)
8. References.pdf Download (485kB) |
|
Text (Appendics)
9. Appendics.pdf Restricted to Registered users only Download (846kB) |
Abstract
Latar Belakang: Kanker kolorektal merupakan salah satu jenis kanker yang sering menimbulkan gangguan pola tidur, terutama pada pasien yang menjalani kemoterapi. Gangguan tidur dapat dipengaruhi oleh nyeri, efek samping kemoterapi, kelelahan, serta faktor lingkungan rumah sakit. Kualitas tidur yang buruk dapat menurunkan kualitas hidup dan menghambat proses pemulihan pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah White Noise Therapy. Tujuan studi kasus: Digambarkan penerapan White Noise Therapy dalam mengatasi gangguan pola tidur pada pasien kanker kolorektal yang menjalani kemoterapi. Metode karya ilmiah: Studi kasus deskriptif dengan menerapkan White Noise Therapy pada dua pasien kanker kolorektal yang menjalani kemoterapi. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut meliputi dukungan tidur, modifikasi lingkungan, edukasi sleep hygiene, manajemen nyeri, dan White Noise Therapy menggunakan suara hujan lembut selama 30 menit sebelum tidur dengan Headphone tersambung Bluetooth. Evaluasi dilakukan menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), observasi, dan wawancara. Hasil: Sebelum intervensi, kedua pasien mengeluhkan sulit memulai tidur, sering terbangun pada malam hari akibat nyeri, dan tidur tidak nyenyak. Skor PSQI Ny. SS dan Ny. SP masing-masing 20 dan 18 yang menunjukkan kualitas tidur buruk. Setelah intervensi, skor PSQI menurun menjadi 6 pada Ny. SS dan 1 pada Ny. SP. Kedua pasien melaporkan lebih mudah memulai tidur, frekuensi terbangun berkurang, serta merasa lebih segar saat bangun pagi. Kesimpulan: White Noise Therapy yang dikombinasikan dengan dukungan tidur dan manajemen nyeri dapat membantu meningkatkan kualitas tidur pasien kanker kolorektal yang menjalani kemoterapi. Kata kunci: kanker kolorektal, kemoterapi, kualitas tidur, White Noise Therapy.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir Ners) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | kanker kolorektal, kemoterapi, kualitas tidur, White Noise Therapy |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan, Pendidikan Profesi Ners |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 09:55 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 09:55 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/24137 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
