Nabilla, Firyal Farras (2026) GAMBARAN KANDUNGAN BORAKS PADA MAKANAN JAJANAN SEKOLAH DASAR DI WILAYH KALURAHAN PALBAPANG, KAPANEWON BANTUL, KABUPATEN BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text (introduction)
2026_P07133123053_introduction.pdf

Download (811kB)
Text (abstrack)
2026_P07133123053_abtrack.pdf.pdf

Download (344kB)
Text (chapter1)
2026_P07133123053_chapter1.pdf

Download (470kB)
Text (chapter2)
2026_P07133123053_chapter2.pdf

Download (498kB)
Text (chapter3)
2026_P07133123053_chapter3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (533kB)
Text (chapter4)
2026_P07133123053_chapter4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (818kB)
Text (conclusion)
2026_P07133123053_conclusion.pdf

Download (330kB)
Text (references)
2026_P07133123053_references.pdf

Download (421kB)
Text (appendices)
2026_P07133123053_appendices.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Text (fulltext)
Firyal Farras Nabilla_P07133123053_Fulltext.pdf.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
Official URL: https://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

Boraks merupakan bahan kimia yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan karena dapat membahayakan kesehatan apabila dikonsumsi secara terus-menerus. Namun, penggunaan boraks pada makanan jajanan masih sering ditemukan, terutama pada makanan olahan seperti cilok, bakso, mie, dan makanan jajanan lainnya. Penggunaan boraks pada makanan bertujuan untuk menghasilkan tekstur yang lebih kenyal, tidak mudah rusak, dan lebih tahan lama. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan boraks pada makanan jajanan sekolah dasar di wilayah Kalurahan Palbapang, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional. Sampel penelitian berjumlah 16 sampel makanan jajanan yang diperoleh dari beberapa sekolah dasar di wilayah Kalurahan Palbapang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan ciri fisik makanan yang dicurigai mengandung boraks. Pemeriksaan kandungan boraks dilakukan menggunakan rapid test kit boraks dengan mengamati perubahan warna pada sampel makanan. Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 16 sampel makanan jajanan yang diperiksa, terdapat 1 sampel yang positif mengandung boraks dan 15 sampel negatif mengandung boraks. Sampel positif memiliki ciri fisik berupa tekstur lebih kenyal, daya tahan lebih lama, dan kondisi fisik tidak mudah rusak dibandingkan sampel negatif. Kesimpulan: Masih ditemukan makanan jajanan sekolah dasar yang mengandung boraks di wilayah Kalurahan Palbapang sehingga diperlukan pengawasan dan pemantauan keamanan pangan secara berkala untuk mencegah penggunaan bahan tambahan pangan berbahaya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: Boraks, makanan jajanan, rapid tes kit, sekolah dasar, keamanan pangan
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi DIII Kesehatan Lingkungan
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 07 Aug 2026 09:42
Last Modified: 07 Aug 2026 09:42
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/24136

Actions (login required)

View Item View Item