Ramanda, Budi (2026) Perbandingan Modified Mallampati Test, Upper Lip Bite Test dan Thyromental Distance Sebagai Prediktor Jalan Napas Sulit pada Pasien Bedah Saraf Elektif di RSUD Dr. Soedarso Pontianak. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Awal)
Awal.pdf Download (1MB) |
|
Text (Abstract)
Abstract.pdf Download (319kB) |
|
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf Download (468kB) |
|
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf Download (485kB) |
|
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (433kB) Request a copy |
|
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (542kB) Request a copy |
|
Text (Conclusion)
Conclusion.pdf Download (313kB) |
|
Text (References)
References.pdf Download (309kB) |
|
Text (Appendices)
Appendices.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Manajemen jalan napas merupakan aspek penting dalam anestesi umum, terutama pada pasien bedah saraf elektif karena kegagalan prediksi jalan napas sulit dapat menyebabkan hipoksia, hiperkapnia, gangguan hemodinamik, peningkatan tekanan intrakranial, dan komplikasi neurologis. Modified Mallampati Test (MMT), Upper Lip Bite Test (ULBT), dan Thyromental Distance (TMD) merupakan pemeriksaan sederhana untuk skrining preoperatif. Tujuan: Mengetahui dan membandingkan kemampuan MMT, ULBT, dan TMD sebagai prediktor jalan napas sulit pada pasien bedah saraf elektif di RSUD dr. Soedarso Pontianak. Metode: Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan rancangan uji diagnostik. Penelitian dilakukan pada 13 April–22 Mei 2026 terhadap 31 pasien bedah saraf elektif yang menjalani anestesi umum dengan intubasi endotrakeal. Sampel dipilih menggunakan total sampling. Jalan napas sulit dinilai berdasarkan klasifikasi Cormack-Lehane derajat III–IV. Analisis menggunakan Fisher’s Exact, uji diagnostik, dan kurva Receiver Operating Characteristic (ROC). Hasil: Sebanyak 3 responden (9,7%) mengalami jalan napas sulit. MMT tidak berhubungan bermakna dengan jalan napas sulit (p=0,237), sedangkan ULBT (p=0,001) dan TMD (p=0,037) berhubungan bermakna. ULBT memiliki akurasi tertinggi (96,8%) dan AUC tertinggi (0,982). Kesimpulan: ULBT merupakan prediktor terbaik dibandingkan MMT dan TMD dalam memprediksi jalan napas sulit pada pasien bedah saraf elektif. Kata Kunci: Modified Mallampati Test, Upper Lip Bite Test, Thyromental Distance, jalan napas sulit, bedah saraf elektif
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Modified Mallampati Test, Upper Lip Bite Test, Thyromental Distance, jalan napas sulit, bedah saraf elektif |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 09:10 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 09:10 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/24092 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
