AYUNANI, BERLIANA (2026) PERBEDAAN HEMODINAMIK PADA PASIEN DENGAN INDUKSI PROPOFOL DAN KETAMIN DALAM GENERAL ANESTESI DI IBS RSUD NGUDI WALUYO WLINGI BLITAR. Skripsi thesis, POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA.

Text (COVER)
1. Awal.pdf.pdf

Download (1MB)
Text (Abstract)
2. Abstract.pdf.pdf

Download (114kB)
Text (Chapter 1)
3. Chapter 1.pdf.pdf

Download (159kB)
Text (Chapter 2)
4. Chapter 2.pdf.pdf

Download (644kB)
Text (Chapter 3)
5. Chapter 3.pdf.pdf
Restricted to Registered users only

Download (268kB) Request a copy
Text (Chapter 4)
6. Chapter 4.pdf.pdf
Restricted to Registered users only

Download (208kB) Request a copy
Text (Chapter 5)
7. Conclusion.pdf.pdf

Download (96kB)
Text (References)
8. References.pdf.pdf

Download (101kB)
Text (Appendics)
9.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) Request a copy
Official URL: http://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Stabilitas hemodinamik merupakan aspek penting dalam tindakan general anestesi karena perubahan tekanan darah, mean arterial pressure (MAP), heart rate (HR), dan saturasi oksigen dapat meningkatkan risiko komplikasi perioperatif. Propofol dan ketamin merupakan agen induksi anestesi yang memiliki efek farmakologis berbeda terhadap sistem kardiovaskular sehingga dapat menghasilkan respons hemodinamik yang berbeda selama fase induksi anestesi. Tujuan: Mengetahui perbedaan status hemodinamik antara pasien yang mendapatkan induksi propofol dan ketamin pada tindakan general anestesi di Instalasi Bedah Sentral RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain retrospective comparative cohort study. Sampel penelitian berjumlah 126 pasien yang terdiri dari 63 pasien kelompok propofol dan 63 pasien kelompok ketamin yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dari rekam medis pasien yang menjalani general anestesi periode Oktober–Desember 2025. Parameter hemodinamik yang dianalisis meliputi tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, MAP, HR, dan SpO₂ pada waktu sebelum induksi (T0), 5 menit (T1), 10 menit (T2), dan 15 menit (T3) setelah induksi anestesi. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok propofol mengalami penurunan tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, MAP, dan HR setelah induksi anestesi, sedangkan kelompok ketamin mengalami peningkatan pada parameter tersebut. Terdapat perbedaan yang bermakna pada parameter hemodinamik antara kelompok propofol dan ketamin selama periode observasi (p<0,05). Nilai SpO₂ pada kedua kelompok relatif stabil dalam batas normal. Kesimpulan: Terdapat perbedaan status hemodinamik antara pasien yang mendapatkan induksi propofol dan ketamin pada tindakan general anestesi. Ketamin menunjukkan kemampuan mempertahankan stabilitas hemodinamik yang lebih baik dibandingkan propofol selama fase induksi anestesi. Kata kunci: propofol; ketamin; hemodinamik; general anestesi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: Kata kunci: propofol; ketamin; hemodinamik; general anestesi
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 04 Aug 2026 05:55
Last Modified: 04 Aug 2026 05:55
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23905

Actions (login required)

View Item View Item