Zhafira, Nasywa (2026) HUBUNGAN PARAMETER INDEKS ERITROSIT DENGAN FERRITIN SERUM PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENDAPAT TRANSFUSI BERULANG. Skripsi thesis, POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA.
|
Text (Awal)
Awal.pdf Download (684kB) |
|
Text (Abstract)
Abstract.pdf Download (204kB) |
|
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf Download (215kB) |
|
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf Download (287kB) |
|
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (226kB) |
|
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (245kB) |
|
Text (Conclusion)
Conclusion.pdf Download (188kB) |
|
Text (References)
References.pdf Download (180kB) |
|
Text (Appendices)
Appendices.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
ABSTRAK Latar Belakang: Pasien Gagal Ginjal Kronis (GGK) sering mengalami komplikasi anemia akibat penurunan produksi eritropoietin. Terapi transfusi darah berulang menjadi salah satu solusi medis, namun prosedur ini berisiko menyebabkan penumpukan zat besi (iron overload) yang ditandai dengan peningkatan kadar ferritin serum. Perubahan cadangan besi ini diduga berhubungan dengan parameter indeks eritrosit (MCV, MCH, MCHC) yang mencerminkan morfologi sel darah merah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar ferritin serum dengan parameter indeks eritrosit (MCV, MCH, dan MCHC) pada pasien gagal ginjal kronis yang mendapatkan transfusi berulang.. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan di RSUD dr. Moewardi Surakarta menggunakan data sekunder dari rekam medis periode Januari–April 2026. Sampel berjumlah 33 pasien GGK yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Rerata kadar ferritin serum responden adalah 872,88 ng/mL. Rerata nilai indeks eritrosit adalah 84,32 fL (MCV), 27,98 pg (MCH), dan 33,15 g/dL (MCHC). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat dan signifikan antara kadar ferritin serum dengan MCV (r=0,745; p<0,001) serta antara ferritin serum dengan MCH (r=0,663; p<0,001). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara kadar ferritin serum dengan MCHC (r=0,137; p=0,446). Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kadar ferritin serum dengan parameter MCV dan MCH pada pasien GGK yang mendapat transfusi berulang, namun tidak terdapat hubungan signifikan dengan parameter MCHC. Kata Kunci: Ferritin Serum pada Pasien Gagal Ginjal Kronis, Indeks Eritrosit, Transfusi Berulang.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Kata Kunci: Ferritin Serum pada Pasien Gagal Ginjal Kronis, Indeks Eritrosit, Transfusi Berulang. Keywords: Ferritin Serum in Patients with Chronic Kidney Disease, Erythrocyte Index, Repeated Transfusion. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis > Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 01:31 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 01:31 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23843 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
