Fortuna, Dewi (2026) UJI LOTION EKSTRAK DAUN SALAM (SYZYGIUM POLYANTHUM) SEBAGAI REPELLENT NYAMUK AEDES AEGYPTI. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text (Cover)
1. COVER dan HALAMAN JUDUL.pdf

Download (99kB)
Text (Awal)
2. Awal.pdf

Download (3MB)
Text (Abstract)
3. abstract.pdf

Download (114kB)
Text (Chapter1)
4. Chapter1.pdf

Download (155kB)
Text (Chapter2)
5. Chapter2.pdf

Download (265kB)
Text (Chapter3)
6. Chapter3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (771kB)
Text (Chapter4)
7. Chapter4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (7MB)
Text (Conclusion)
8. Conclusion.pdf

Download (129kB)
Text (References)
9. References.pdf

Download (140kB)
Text (Appendices)
10. Appendices.pdf
Restricted to Registered users only

Download (16MB)

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penggunaan repellent berbahan kimia secara terus-menerus berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan dan lingkungan, sehingga diperlukan alternatif berbahan alami. Daun salam (Syzygium polyanthum) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai repellent terhadap nyamuk Aedes aegypti. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) dalam sediaan lotion terhadap daya repelensi nyamuk Aedes aegypti serta daya terima lotion. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experimental) dengan rancangan pretest-posttest control group design. Perlakuan menggunakan variasi konsentrasi ekstrak daun salam sebesar 4%, 8%, 12%, dan 15% serta kontrol berupa lotion tanpa ekstrak. Parameter yang diamati meliputi daya repelensi, karakteristik organoleptik, dan daya serap lotion. Analisis data direncanakan menggunakan uji One Way ANOVA setelah memenuhi uji normalitas. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) dalam lotion memengaruhi daya repelensi terhadap nyamuk Aedes aegypti serta daya terima lotion. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak, semakin tinggi daya repelensi yang dihasilkan. Konsentrasi ekstrak 15% memberikan daya repelensi paling efektif dengan persentase daya tolak sebesar 80,8% sehingga memenuhi kategori repelen yang baik. Selain itu, konsentrasi 15% juga memiliki karakteristik organoleptik dan daya serap terbaik berdasarkan warna, aroma, tekstur, homogenitas, waktu serap, tingkat lengket, sensasi berminyak, dan tingkat kekeringan. Kesimpulan: Penelitian ini diharapkan dapat membuktikan bahwa ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif repellent alami dalam sediaan lotion yang efektif, aman, dan ramah lingkungan sebagai alternatif pengendalian vektor DBD. Kata Kunci: Aedes aegypti, daun salam, lotion, repellent, Syzygium polyanthum.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: Aedes aegypti, daun salam, lotion, repellent, Syzygium polyanthum
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 04 Aug 2026 01:31
Last Modified: 04 Aug 2026 01:31
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23673

Actions (login required)

View Item View Item