Oly, Gisye Triwandayani (2026) Pengaruh Variasi Pencampuran Daging Buah Lontar ( Borassus Flabellifer ) dan Jeruk Manis ( Citrus Sinensis) terhadap Sifat Fisik, Sifat Organoleptik dan Kadar Serat Pangan pada Minuman Popping Boba. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text (AWAL)
AWAL.pdf

Download (1MB)
Text (ABSTRAK)
ABSTRACT.pdf

Download (344kB)
Text (BAB I)
CHAPTER 1.pdf

Download (472kB)
Text (BAB II)
CHAPTER 2.pdf

Download (499kB)
Text (BAB III)
CHAPTER 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (670kB)
Text (BAB IV)
CHAPTER 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (681kB)
Text (BAB V)
CONCLUSION.pdf

Download (221kB)
Text (REFERENSI)
REFERENCES.pdf

Download (465kB)
Text (LAMPIRAN)
APPENDICES.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Text (NASKAH SKRIPSI)
FULL TEXT.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
Text (NASKAH PUBLIKASI)
NASKAH PUBLIKASI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (392kB)
Official URL: http://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

Latar Belakang : Rendahnya konsumsi serat pada remaja dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal. Buah lontar (Borassus flabellifer) dan jeruk manis merupakan sumber serat yang berpotensi dikembangkan menjadi pangan fungsional. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan popping boba berbahan buah lontar dan jeruk manis sebagai alternatif minuman tinggi serat. Tujuan : Untuk menghasilkan minuman Popping Boba dengan variasi pencampuran daging buah lontar dan jeruk manis yang tinggi akan serat pangan serta dapat diterima dari sifat fisik maupun organoleptiknya. Metode : enelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan variasi pencampuran buah lontar dan jeruk manis, yaitu F0 (100%:0%), F1 (85%:15%), F2 (75%:25%), dan F3 (65%:35%). Sifat fisik dianalisis secara deskriptif, sifat organoleptik menggunakan uji Kruskal-Wallis, dan kadar serat pangan menggunakan uji One Way Anova. Penelitian dilaksanakan pada April–Juni 2026. Hasil : Semakin tinggi penambahan jeruk manis, warna popping boba semakin kuning, aroma semakin segar, dan rasa sedikit lebih manis, sedangkan tekstur tetap kenyal. Hasil uji organoleptik menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur (P>0,05), namun perlakuan F3 (65% buah lontar : 35% jeruk manis) memperoleh tingkat kesukaan tertinggi. Kadar serat pangan total meningkat seiring penambahan jeruk manis, yaitu dari 4,64% (F0) menjadi 7,70% (F3). Kesimpulan : Variasi pencampuran buah lontar dan jeruk manis berpengaruh terhadap sifat fisik dan kadar serat pangan total pada produk popping boba, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap sifat organoleptik. Perlakuan terbaik diperoleh pada F3 (65% buah lontar : 35% jeruk manis) karena menghasilkan kadar serat pangan total tertinggi dan memiliki tingkat penerimaan yang baik oleh panelis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: Popping boba, buah lontar, jeruk manis, sifat fisik, organoleptik, serat pangan.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 04 Aug 2026 05:00
Last Modified: 04 Aug 2026 05:00
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23590

Actions (login required)

View Item View Item