Putri, Khanaya Tsabitah (2026) KAJIAN KARAKTERISTIK IBU BADUTA (6-24 BULAN) TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG MPASI DI KALURAHAN WIJIMULYO NANGGULAN KULON PROGO. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Awal)
Awal.pdf Download (556kB) |
|
Text (Abstrak)
Abstract.pdf Download (306kB) |
|
Text (BAB I)
Chapter 1.pdf Download (315kB) |
|
Text (BAB II)
Chapter 2.pdf Download (389kB) |
|
Text (BAB III)
Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (320kB) Request a copy |
|
Text (BAB IV)
Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (340kB) Request a copy |
|
Text (BAB V)
Conclusion.pdf Download (187kB) |
|
Text (Referensi)
References.pdf Download (316kB) |
|
Text (Lampiran)
Appendices.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Permasalahan gizi, khususnya stunting, masih menjadi tantangan kesehatan yang belum terselesaikan di Indonesia. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 17,4%, dengan Kabupaten Kulon Progo sebesar 18%. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) memiliki keterkaitan erat dengan kejadian stunting, di mana pemberian yang tidak tepat sejak dini menjadi faktor penyumbang utama. Karakteristik ibu seperti tingkat pendidikan, status pekerjaan, dan usia sangat mempengaruhi pengetahuan ibu mengenai MPASI. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kaitan antara karakteristik ibu yang memiliki baduta usia 6-24 bulan dengan pengetahuannya tentang MPASI di Kalurahan Wijimulyo Nanggulan Kulon Progo. Metode: Penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional dilakukan. Populasi penelitian mencakup seluruh ibu dengan baduta usia 6-24 bulan di Kalurahan Wijimulyo. Teknik purposive sampling digunakan dengan kriteria inklusi: ibu yang memiliki baduta usia 6-24 bulan, berdomisili di Kalurahan Wijimulyo, dan bersedia menjadi responden, sehingga diperoleh sampel sebanyak 37 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup karakteristik ibu (pendidikan, pekerjaan, umur) dan 10 pertanyaan mengenai pengetahuan MPASI. Analisis data dilakukan secara univariat yang disajikan dalam tabel distribusi frekuensi dan tabel silang. Hasil: Mayoritas ibu berpendidikan menengah (45,9%), tidak bekerja (54,1%), dan berusia 20-30 tahun (64,9%). Sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik tentang MPASI (81,1%), sementara (18,9%) memiliki pengetahuan cukup. Ibu dengan pendidikan dasar memiliki proporsi pengetahuan baik tertinggi (85,7%). Ibu yang tidak bekerja memiliki pengetahuan lebih baik (85,0%) dibandingkan ibu yang bekerja (76,5%), dan para ibu berusia 20–30 tahun memiliki pengetahuan yang baik (83,3%) Kesimpulan: Terdapat kaitan antara karakteristik ibu yang memiliki baduta usia 6-24 bulan dengan pengetahuan tentang MPASI di Kalurahan Wijimulyo Nanggulan Kulon Progo. Kata Kunci: Karakteristik ibu, pengetahuan, MPASI, baduta 6-24 bulan
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Karakteristik ibu, pengetahuan, MPASI, baduta 6-24 bulan |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi DIII Gizi |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 29 Jul 2026 04:15 |
| Last Modified: | 29 Jul 2026 04:15 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23425 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
