Fatmaningrum, Rosa (2026) PERBEDAAN NILAI APGAR PADA PERSALINAN PERVAGINAM DAN SECTIO CAESARIA DI RS PRATAMA YOGYAKARTA TAHUN 2025. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text
1. AWAL.pdf Download (705kB) |
|
Text
2. ABSTRACK.pdf Download (211kB) |
|
Text
3. CHAPTER 1.pdf Download (237kB) |
|
Text
4. CHAPTER 2.pdf Download (315kB) |
|
Text
5. CHAPTER 3.pdf Download (356kB) |
|
Text
6. CHAPTER 4.pdf Download (333kB) |
|
Text
7. CONCLUTION.pdf Download (194kB) |
|
Text
8. REFERENCE.pdf Download (174kB) |
|
Text
9. APPENDICES.pdf Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang: Asfiksia neonatorum masih menjadi salah satu penyebab utama kematian neonatal di Indonesia dan berkontribusi terhadap tingginya angka kematian bayi. Penilaian kondisi bayi segera setelah lahir melalui nilai APGAR penting untuk mengidentifikasi gangguan adaptasi neonatal secara dini. Nilai APGAR dipengaruhi oleh berbagai faktor maternal dan obstetri, termasuk persalinan vaginam dan sectio caesaria, usia ibu, paritas, ketuban pecah dini, dan hipertensi. Tujuan: Mengetahui perbedaan nilai APGAR berdasarkan persalinan pervaginam dan sectio caesaria serta faktor maternal pada bayi baru lahir di Rumah Sakit Pratama Yogyakarta tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data sekunder diperoleh dari rekam medis bayi baru lahir dan ibu. Sebanyak 206 data bayi baru lahir yang memenuhi kriteria inklusi dipilih menggunakan teknik proportionate stratified sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Mann–Whitney, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil: Tidak terdapat perbedaan nilai APGAR berdasarkan persalinan pervaginam dan sectio caesaria, usia ibu, dan paritas (p>0,05), sedangkan ketuban pecah dini dan hipertensi menunjukkan perbedaan yang bermakna (p<0,05). Ketuban pecah dini merupakan faktor paling dominan yang berhubungan dengan rendahnya nilai APGAR menit pertama, sementara tidak terdapat faktor yang berhubungan dengan nilai APGAR menit kelima. Kesimpulan: Persalinan pervaginam dan sectio caesaria, usia ibu, dan paritas tidak berhubungan dengan nilai APGAR. Ketuban pecah dini dan hipertensi berhubungan dengan nilai APGAR menit pertama, sedangkan tidak terdapat faktor yang berhubungan secara signifikan dengan nilai APGAR menit kelima.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | nilai APGAR, persalinan pervaginam, sectio caesaria, ketuban pecah dini, bayi baru lahir. |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 07:52 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 07:52 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23339 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
