Sitanggang, Maria Friskila (2026) PENERAPAN POSISI ORTHOPNEIC DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGENASI PADA PASIEN CKD DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA. Tugas Akhir Ners thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text
AWAL (2).pdf Download (10MB) |
|
Text
ABSTRACT.pdf Download (258kB) |
|
Text
CHAPTER 1.pdf Download (300kB) |
|
Text
CHAPTER 2 (2).pdf Download (508kB) |
|
Text
CHAPTER 3.pdf Restricted to Registered users only Download (304kB) Request a copy |
|
Text
CHAPTER 4.pdf Restricted to Registered users only Download (322kB) Request a copy |
|
Text
CHAPTER 5.pdf Restricted to Registered users only Download (305kB) Request a copy |
|
Text
CONCLUSION.pdf Download (286kB) |
|
Text
REFERENCES.pdf Download (263kB) |
|
Text
APPENDICES.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) Request a copy |
Abstract
Latar Belakang : CKD merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi global mencapai 14,2% pada tahun 2023, dan DIY sebesar 6,1%. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah dyspnea akibat overload cairan dan gangguan kardiopulmonal. Posisi orthopneic sebagai intervensi non-farmakologis dapat mengoptimalkan ekspansi paru dan meningkatkan saturasi oksigen pada pasien CKD. Tujuan: Didapatkannya pengalaman nyata dalam penerapan posisi orthopneic dalam pemenuhan kebutuhan oksigenasi pada pasien CKD di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien CKD yang mengalami dsypnea. Asuhan keperawatan diterapkan melalui pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi dan evaluasi dengan intervensi posisi orthopneic berbasis evidence based nursing serta perbandingan respons klinis kedua pasien. Hasil : Penerapan posisi orthopneic selama tiga hari pada kedua pasien menunjukkan perbaikan respirasi yang progresif. Tn.A mengalami penurunan RR dari 27 menjadi 20x/menit dan peningkatan SpO₂ dari 95% menjadi 98%, sedangkan Tn. B RR menurun dari 27 menjadi 21x/menit dan SpO₂ meningkat dari 95% menjadi 98%. Keluhan sesak napas berkurang dan masalah keperawatan teratasi pada kedua pasien. Kesimpulan : Penerapan posisi orthopneic selama 3x24 jam dengan durasi 20 menit mampu menurunasal kanulan masalah oksigenasi pada pasien CKD.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir Ners) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | CKD, Posisi Orthopneic, Oksigenasi, Dyspnea |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan, Pendidikan Profesi Ners |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 24 Jul 2026 03:48 |
| Last Modified: | 24 Jul 2026 03:48 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23176 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
