Sri Sukamti (2026) ASUHAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY.NK USIA 27 TAHUN G2P1A0Ah1 DENGAN KEHAMILAN FISIOLOGIS DI PUSKESMAS SRUMBUNG. Laporan-Coc thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text
1. Awal.pdf

Download (2MB)
Text
2. Abstract.pdf

Download (39kB)
Text
3. Chapter 1.pdf

Download (52kB)
Text
4. Chapter 2.pdf

Download (267kB)
Text
5. Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (175kB)
Text
6. Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (41kB)
Text
7. References.pdf

Download (161kB)
Text
8. Appendics.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat dan keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan. Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi masalah kesehatan yang memerlukan perhatian serius di berbagai negara, termasuk Indonesia. Menurut World Health Organization, kematian ibu dan bayi masih menjadi permasalahan kesehatan global. WHO melaporkan bahwa pada tahun 2020 sekitar 287.000 perempuan meninggal akibat komplikasi selama kehamilan dan persalinan. AKI dan AKB masih menjadi tantangan dalam pembangunan kesehatan nasional di Indonesia. Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih berkisar 189 per 100.000 kelahiran hidup, dan Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 16 - 17 per 1.000 kelahiran hidup. Penyebab kematian ibu di Indonesia terbanyak dikarenakan komplikasi non obstetrik sebanyak 1.351 kasus. Penyebab lainnya yaitu hipertensi dalam kehamilan, persalinan, dan nifas sebanyak 988 kasus, perdarahan obstetrik 955 kasus, komplikasi obstetrik lain 506 kasus, infeksi terkait kehamilan 209 kasus, kehamilan dengan komplikasi abortus 94 kasus dan komplikasi manajemen yang tidak terantisipasi 47 kasus. Permasalahan AKI dan AKB juga masih ditemukan di berbagai provinsi di Indonesia, termasuk di Jawa Tengah. Meskipun Jawa Tengah memiliki fasilitas kesehatan dan akses pelayanan kesehatan yang relatif baik, kasus kematian ibu dan bayi tetap memerlukan perhatian serius. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah, tahun 2022 AKI di Jawa Tengah sebanyak 183 per 100.000 kelahiran hidup. Data lainnya menyebutkan total AKI dan AKB di Jawa Tengah tercatat sebanyak 427 jiwa. Penyebab kematian ibu di Jawa Tengah masih didominasi oleh perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, dan penyakit penyerta. Sementara itu, penyebab kematian bayi di Jawa Tengah banyak disebabkan oleh BBLR, asfiksia, prematuritas, dan gangguan neonatal lainnya.3 Salah satu pendekatan pelayanan kesehatan yang dinilai efektif dalam v meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi adalah asuhan kebidanan berkesinambungan atau Continuity of Care (COC). COC merupakan pelayanan kebidanan yang dilakukan secara menyeluruh dan terus-menerus mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, perawatan bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Pelayanan ini bertujuan untuk memastikan kondisi ibu dan bayi tetap terpantau dengan baik sehingga faktor risiko dan komplikasi dapat dideteksi sedini mungkin. Pendekatan COC juga menekankan hubungan terapeutik antara tenaga kesehatan dan pasien sehingga ibu memperoleh pendampingan secara optimal selama proses reproduksi. Dengan adanya pelayanan yang berkesinambungan, kualitas kesehatan ibu dan bayi diharapkan dapat meningkat secara signifikan.4

Item Type: Thesis (Laporan-Coc)
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Pendidikan Profesi Bidan
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 30 Jul 2026 02:48
Last Modified: 30 Jul 2026 02:48
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23142

Actions (login required)

View Item View Item