Putri, Noor Vita Hadiyati (2026) FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSU RAJAWALI CITRA TAHUN 2024-2025. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text
1. Awal..pdf Download (935kB) |
|
Text
2. Abstrak..pdf Download (424kB) |
|
Text
3. Chapter 1..pdf Download (480kB) |
|
Text
4. Chapter 2..pdf Download (403kB) |
|
Text
5. Chapter 3..pdf Restricted to Registered users only Download (681kB) Request a copy |
|
Text
6. Chapter 4..pdf Restricted to Registered users only Download (417kB) Request a copy |
|
Text
7. Conclusion..pdf Download (456kB) |
|
Text
8. References..pdf Download (431kB) |
|
Text
9. Appendices..pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Asfiksia neonatorum merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada neonatus. Pada tahun 2024–2025, RSU Rajawali Citra mencatat 1.003 kelahiran hidup dengan proporsi asfiksia neonatorum sebesar 13,5% dan mengalami peningkatan Case Fatality Rate (CFR) akibat asfiksia neonatorum dari 1,45% pada tahun 2024 menjadi 4,55% pada tahun 2025. Asfiksia neonatorum merupakan kondisi multifaktorial yang dipengaruhi oleh faktor maternal, obstetri, dan neonatal sehingga diperlukan identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSU Rajawali Citra pada tahun 2024–2025. Metode: Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain case-control retrospektif menggunakan data rekam medis. Populasi penelitian adalah seluruh bayi yang lahir di RSU Rajawali Citra pada tahun 2024–2025 sebanyak 1.003 bayi, dengan 671 bayi yang memenuhi kriteria penelitian. Sampel berjumlah 630 bayi yang terdiri atas 126 kelompok kasus dan 504 kelompok kontrol (rasio 1:4). Kelompok kasus dipilih dengan teknik total sampling, sedangkan kelompok kontrol dipilih dengan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda. Hasil: Analisis bivariat menunjukkan bahwa induksi persalinan (OR=1,755; p=0,005), kala II lama (OR=3,191; p=0,001), prematuritas (OR=2,842; p=0,005), dan berat badan lahir rendah (BBLR) (OR=2,189; p=0,007) berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum. Sebaliknya, paritas, anemia, hipertensi, kehamilan ganda, dan ketuban pecah dini (KPD) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p>0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa kala II lama merupakan faktor yang paling dominan yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum (OR=3,317; 95% CI=1,591–6,916). Kesimpulan: Induksi persalinan, kala II lama, prematuritas, dan berat badan lahir rendah (BBLR) berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSU Rajawali Citra. Kala II lama merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | asfiksia neonatorum, faktor risiko, kala II lama, prematuritas, BBLR |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 02:39 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 02:39 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23124 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
