Febriani, Citra Annisa (2026) PENGEMBANGAN FORMULA MINUMAN “JATIKA” DARI JAHE DAN TEMULAWAK DENGAN VARIASI PENCAMPURAN SARI KURMA TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text (Awal)
1. Awal.pdf

Download (2MB)
Text (Abstrak)
2. Abstrak.pdf

Download (266kB)
Text (Chapter 1)
3. Chapter 1.pdf

Download (257kB)
Text (Chapter 2)
4. Chapter 2.pdf

Download (298kB)
Text (Chapter 3)
5. Chapter 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (335kB) Request a copy
Text (Chapter 4)
6. Chapter 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (438kB) Request a copy
Text (Conclusion)
7. Conclusion.pdf

Download (189kB)
Text (References)
8. References.pdf

Download (187kB)
Text (Appendices)
9. Appendices.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) Request a copy
Official URL: https://poltekkesjogja.ac.id/

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat mendorong tingginya permintaan terhadap produk pangan fungsional berbasis rempah lokal. Jahe dan temulawak merupakan rimpang yang kaya senyawa bioaktif penangkal radikal bebas, namun memiliki karakteristik rasa pahit, kelat, dan pedas tajam yang kurang disukai konsumen. Penambahan sari kurma diharapkan dapat berfungsi sebagai pemanis alami sekaligus agen yang meningkatkan nilai fungsionalitas produk. Tujuan: Mengetahui pengaruh variasi pencampuran sari kurma terhadap sifat fisik, sifat organoleptik, dan aktivitas antioksidan pada minuman "JATIKA" dari jahe dan temulawak. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental murni menggunakan Rancangan Acak Sederhana (RAS) dengan empat perlakuan. Parameter fisik dianalisis secara deskriptif. Uji organoleptik menggunakan Hedonic Scale Test dan dianalisis dengan uji Kruskal Wallis. Pengukuran aktivitas antioksidan diukur dengan metode DPPH dan dianalisis dengan uji One Way ANOVA dilanjutkan uji Duncan. Hasil: Hasil uji sifat fisik menunjukkan minuman JATIKA secara umum berwarna kuning keemasan hingga cokelat kekuningan, beraroma temulawak dominan, kekentalan agak encer, serta memiliki penurunan intensitas rasa pahit dan pedas seiring bertambahnya sari kurma. Uji organoleptik menunjukkan tidak terdapat perbedaan tingkat kesukaan di antara seluruh formulasi pada semua parameter (p>0,05). Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan sari kurma, maka kemampuan antioksidannya dalam menangkal radikal bebas semakin kuat. Formula D terpilih sebagai formula terbaik berdasarkan integrasi seluruh parameter kualitas. Kesimpulan: Penambahan sari kurma pada minuman jahe dan temulawak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan aktivitas antioksidan. Sedangkan pada uji sifat fisik dan uji sifat organoleptik tidak menunjukkan perbedaan. Kata Kunci: Minuman Fungsional, Jahe, Temulawak, Sari Kurma, Antioksidan, DPPH, Organoleptik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: Minuman Fungsional, Jahe, Temulawak, Sari Kurma, Antioksidan, DPPH, Organoleptik.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 22 Jul 2026 02:37
Last Modified: 22 Jul 2026 02:37
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/23113

Actions (login required)

View Item View Item