Desviasari, Savina (2026) PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR (PAGT) PADA PASIEN PENYAKIT CHF, PNEUMONI PSI 42 PERBURUKAN, DAN MIKOSIS PARU DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text (Awal)
1. Awal.pdf

Download (953kB)
Text (Abstrak)
2. Abstract.pdf

Download (232kB)
Text (BAB I)
3. Chapter 1.pdf

Download (220kB)
Text (BAB II)
4. Chapter 2.pdf

Download (389kB)
Text (BAB III)
5. Chapter 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (239kB) Request a copy
Text (BAB IV)
6. Chapter 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (399kB) Request a copy
Text (BAB V)
7. Conclusion.pdf

Download (205kB)
Text (Referensi)
8. References.pdf

Download (151kB)
Text (Lampiran)
9. Appendices.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) Request a copy
Official URL: http://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

Latar Belakang : Gagal jantung kongestif (CHF) dan pneumonia masih menjadi penyebab kematian utama di Indonesia, dengan malnutrisi sebagai faktor risiko yang memperburuk kondisi kedua penyakit tersebut. Sehingga diperlukan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) untuk mendukung keberhasilan terapi. Tujuan : Mengetahui pelaksanaan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) pada pasien CHF, Pneumoni PSI 42 Perburukan, dan Mikosis Paru di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Metode : Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional dengan rancangan studi kasus pada satu pasien rawat inap. PAGT dilakukan melalui tahapan skrining gizi, asesmen gizi, diagnosis gizi, intervensi gizi, serta monitoring dan evaluasi. Hasil : Hasil skrining SGA menunjukkan pasien berisiko malnutrisi sedang dengan kategori B (skor 6 yaitu 54,54%). Status gizi berdasarkan (%LILA) sebesar 89,65% termasuk kategori gizi baik. Pemeriksaan biokimia menunjukkan kadar protein total, albumin, dan natrium rendah, serta leukosit, D-Dimer, dan NT-ProBNP tinggi. Berdasarkan pemeriksaan fisik klinis, pasien dalam keadaan compos mentis, mengalami edema pada kaki dan kesulitan menelan akibat sesak napas, dengan tanda vital lain dalam batas normal. Asupan recall 24 jam dan SQFFQ pasien kurang. Diagnosis gizi yang ditegakkan meliputi NI-2.1, NI-5.3, dan NB-1.6. Intervensi berupa Diet Tinggi Energi Tinggi Protein (TETP) dan Diet Jantung. Monitoring dan evaluasi selama 4 hari menunjukkan peningkatan asupan makan, penurunan sesak napas, dan perbaikan kondisi klinis pasien. Kesimpulan : Hasil pemeriksaan pasien menunjukkan risiko malnutrisi dengan status gizi kategori baik berdasarkan %LILA. Setelah dilakukan monitoring dan evaluasi, asupan makan pasien meningkat dan kondisi pasien semakin membaik.

Item Type: Thesis (Diploma)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: CHF; Pneumonia; Proses Asuhan Gizi Terstandar; studi kasus
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi DIII Gizi
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 14 Jul 2026 03:14
Last Modified: 14 Jul 2026 03:14
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22933

Actions (login required)

View Item View Item