Safitri, Camelia Noviana (2026) HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN PERILAKU PROSOSIAL REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALASAN, KABUPATEN SLEMAN. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (COVER)
INTRODUCTION.pdf Download (618kB) |
|
Text (ABSTRACT)
ABSTRACT.pdf Download (181kB) |
|
Text (CHAPTER 1)
CHAPTER 1.pdf Download (221kB) |
|
Text (CHAPTER 2)
CHAPTER 2.pdf Download (315kB) |
|
Text (CHAPTER 3)
CHAPTER 3.pdf Restricted to Registered users only Download (423kB) Request a copy |
|
Text (CHAPTER 4)
CHAPTER 4.pdf Restricted to Registered users only Download (274kB) Request a copy |
|
Text (CONCLUSION)
CONCLUSION.pdf Restricted to Registered users only Download (139kB) Request a copy |
|
Text (REFERENCES)
REFERENCES.pdf Download (186kB) |
|
Text (APPENDICES)
APPENDICES.pdf Download (2MB) |
Abstract
Latar Belakang: Kesehatan mental remaja menjadi perhatian serius di Indonesia, dengan satu dari tiga remaja (34,9%) mengalami gangguan kesehatan mental. Kabupaten Sleman mencatat prevalensi tertinggi di DIY sebesar 15,6%, dan Puskesmas Kalasan memiliki estimasi orang dengan masalah kesehatan mental (ODMK) tertinggi sebanyak 1.288 kasus. Perilaku prososial merupakan salah satu indikator kesehatan mental positif yang dipengaruhi oleh pola asuh orang tua. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku prososial remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Kalasan, Kabupaten Sleman. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 126 remaja putri berusia 10–19 tahun yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Parenting Styles and Dimensions Questionnaire (PSDQ) untuk pola asuh dan Prosocial Tendencies Measure Revised (PTMR) untuk perilaku prososial. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Pola asuh demokratis paling banyak diterapkan orang tua (57,1%), diikuti otoriter (22,2%) dan permisif (20,6%). Sebagian besar remaja putri memiliki perilaku prososial tinggi (50,0%). Remaja dengan pola asuh demokratis mayoritas berperilaku prososial tinggi (65,3%), sedangkan pola asuh otoriter berhubungan dengan perilaku prososial rendah (42,9%). Uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perilaku prososial remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Kalasan, Kabupaten Sleman. Kata Kunci: pola asuh,perilaku,prososial,remaja putri
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Kata Kunci: pola asuh,perilaku,prososial,remaja putri |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 07:50 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 07:50 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22852 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
