Aini, Natswa Aulia Nur (2026) KORELASI KADAR HbA1c DENGAN KADAR KREATININ PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSJD DR.RM.SOEDJARWADI KLATEN. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text
Awal NATSWA AULIA NUR AINI 13.pdf

Download (5MB)
Text (Abstract)
Abstract.pdf

Download (87kB)
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf

Download (142kB)
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf

Download (906kB)
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (183kB)
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (179kB)
Text (Conclusion)
Conclusion.pdf

Download (58kB)
Text (References)
References.pdf

Download (128kB)
Text (Appendices)
Appendices.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)
Official URL: https://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Pengendalian kadar glukosa darah merupakan salah satu langkah utama dalam mencegah perkembangan komplikasi diabetes. Salah satu parameter yang banyak digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan kontrol glikemik adalah hemoglobin terglikasi (HbA1c). Pengukuran HbA1c diperlukan untuk menilai status kontrol glikemik secara objektif dan berkesinambungan, memprediksi risiko terjadinya komplikasi kronis seperti nefropati diabetik serta menjadi dasar evaluasi dan penyesuaian terapi pada pasien DMT2. Pemeriksaan HbA1c memberikan gambaran rerata kadar glukosa darah selama dua hingga tiga bulan terakhir karena terbentuk melalui proses glikasi hemoglobin yang berlangsung sepanjang masa hidup eritrosit. Oleh karena itu, HbA1c dianggap lebih representatif dibandingkan pemeriksaan glukosa darah sesaat dalam menilai kualitas pengendalian diabetes. [10,11]. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara kadar HbA1c yang tidak terkontrol (≥7%) dengan kadar kreatinin serum pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang menjalani rawat jalan di RSJD Dr. RM. Soedjarwadi Klaten. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis pasien DMT2 rawat jalan periode November 2025 sampai Februari 2026. Sebanyak 122 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dipilih menggunakan teknik total sampling. Distribusi data dianalisis menggunakan uji Kolmogorov–Smirnov. Karena data tidak berdistribusi normal, hubungan antara variabel ditentukan melalui uji korelasi Spearman dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil Penelitian: Sebagian besar responden memiliki kadar HbA1c pada kategori tidak terkontrol (66,4%), sedangkan 33,6% lainnya termasuk kategori sangat tidak terkontrol. Kadar kreatinin di atas nilai rujukan ditemukan pada 64% responden, dengan proporsi lebih tinggi pada kelompok laki-laki. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,053 dengan nilai signifikansi 0,565 (p>0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa hubungan antara HbA1c dan kreatinin serum tidak signifikan secara statistik. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar HbA1c yang tidak terkontrol dan kadar kreatinin serum pada pasien DMT2 di RSJD Dr. RM. Soedjarwadi Klaten. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa kreatinin serum belum cukup sensitif apabila digunakan sebagai satu-satunya parameter untuk mendeteksi gangguan ginjal pada tahap awal. Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, HbA1c, Kreatinin, Nefropati Diabetik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: Diabetes Melitus Tipe 2, HbA1c, Kreatinin, Nefropati Diabetik.
Subjects: R Medicine > RB Pathology
R Medicine > RT Nursing
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis > Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 09 Jul 2026 08:55
Last Modified: 09 Jul 2026 08:55
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22832

Actions (login required)

View Item View Item