Azizah, Laila Wan (2026) TINJAUAN AKURASI KODEFIKASI PENYAKIT GANGGUAN KESEHATAN MENTAL DAN PERILAKU UNTUK PENYUSUNAN TREN PENYAKIT DI RUMAH SAKIT ISLAM YOGYAKARTA PDHI TAHUN 2025. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (AWAL)
AWAL.pdf Download (835kB) |
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK .pdf Download (396kB) |
|
Text (CHAPTER 1)
CHAPTER 1.pdf Download (375kB) |
|
Text (CHAPTER 2)
CHAPTER 2.pdf Download (439kB) |
|
Text (CHAPTER 3)
CHAPTER 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (358kB) |
|
Text (CHAPTER 4)
CHAPTER 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
Text (CHAPTER 5)
CHAPTER 5.pdf Download (191kB) |
|
Text (CONCLUSIONS)
CONCLUSIONS.pdf Download (191kB) |
|
Text (REFERENCES)
REFERENCES.pdf Download (312kB) |
|
Text (APPENDICES)
APPENDICES.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK Latar Belakang: Pengodean adalah kegiatan yang mengubah diagnosis atau tindakan menjadi suatu bentuk kode. Ketepatan kode diagnosis penting dalam manajemen data klinis, salah satunya memengaruhi data tren 10 besar penyakit. Hasil studi pendahuluan, dari 56 sampel kodefikasi terdapat 10 (18%) kode tidak akurat. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat mengetahui alur pengodean, persentase keakuratan dan tren 10 besar penyakit pada diagnosa gangguan kesehatan mental dan perilaku. Tujuan: Mengetahui alur pengodean dan meninjau akurasi kodefikasi pada diagnosis gangguan kesehatan mental dan perilaku sebagai penyusunan tren penyakit di Rumah Sakit Islam Yogyakarta PDHI. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain penelitian retrospektif. Sampel dalam penelitian adalah rekam medis rawat jalan pada kasus gangguan kesehatan mental dan perilaku sejumlah 92. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara untuk alur pengodean, observasi untuk mengetahui persentase keakuratan, dan studi dokumentasi untuk tren penyakit. Hasil: Alur pengodean regulasi yang berlaku, namun SOP belum sepenuhnya sesuai dengan praktik pengodean saat ini. Persentase keakuratan kode diagnosis gangguan kesehatan mental dan perilaku pada rekam medis rawat jalan periode Januari–Desember 2025 mencapai 77 (84%) kode akurat dan 15 (16%) kode tidak akurat. Penyakit terbanyak pada tren 10 besar adalah Undifferentiated schizophrenia. Kesimpulan: Alur pengodean diagnosis telah mengikuti regulasi yang berlaku, namun SOP yang digunakan belum sesuai dengan praktik pengodean saat ini sehingga diperlukan pembaruan. Ketidakakuatan kode diagnosis yang masih ditemukan berpotensi memengaruhi validitas data dan menyebabkan penyusunan tren 10 besar penyakit tidak sepenuhnya mempresentasikan kondisi yang sebenarnya. Kata Kunci: Standar Operasional Prosedur, Kodefikasi, Gangguan Mental dan Perilaku, Tren Penyakit.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Standar Operasional Prosedur, Kodefikasi, Gangguan Mental dan Perilaku, Tren Penyakit. |
| Subjects: | Z Bibliography. Library Science. Information Resources > ZA Information resources > ZA4050 Electronic information resources |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 05:38 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 05:38 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22750 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
