Ramadhani, Anggita Rizqi (2026) EVALUASI OUTCOME PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) PEMULIHAN PADA BALITA WASTING DI PUSKESMAS SAMIGALUH 1. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Archive
skripsi anggita.zip

Download (4MB)
Text
1.Awal.pdf

Download (671kB)
Text
2.Abstract.pdf

Download (262kB)
Text
3.Chapter 1.pdf

Download (259kB)
Text
4.Chapter 2.pdf

Download (465kB)
Text
5.Chapter 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (299kB)
Text
6.Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (500kB)
Text
7.Conclusion.pdf

Download (236kB)
Text
8.References.pdf

Download (219kB)
Text
9.Appendices.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
Official URL: http://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

Latar Belakang : Status gizi merupakan indicator keberhasilan Pembangunan, salah satu permasalahan gizi yang masih memprihatinkan adalah wasting yaitu keadaan kurang gizi terutama pada baduta. Salah satu strategi pemerintah untuk mengatasi masalah gizi adalah melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan yang bertujuan bertujuan untuk meningkatkan berat badan balita dengan memberikan gizi seimbang. Tujuan : Untuk mengevaluasi pelaksanaan program pemberian makanan tambahan (PMT) pemulihan terhadap peningkatan berat badan dan status gizi balita Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian evaluatif kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilaksanakam pada bulan Maret 2026. Populasi dan sampel pada penelitian ini berjumlah 26 balita. Analisis data menggunakan uji paired t-test Hasil : Rata-rata berat badan balita sebelum diberi PMT 9,53 kg, rata-rata berat badan setelah diberi PMT 10,05 kg. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji paired t-test, memiliki nilai p-value 0,001 yang mengindikasikan bahwa ada perbedaan berat badan sebelum dan sesudah diberi PMT. Diketahui bahwa indikator BB/TB didapatkan nilai p-value 0,017 yang mengindikasikan bahwa ada kenaikan Z-score sesudah diberi PMT. Diketahui bahwa indikator BB/U didapatkan nilai p-value 0,002 yang mengindikasikan bahwa ada kenaikan Z-score sesudah diberi PMT. Indikator kenaikan berat badan minimal (KBM) menurut buku KMS terdapat 14 (53,8%) balita yang mengalami kenaikan berat badan. Sensitifitas sebesar 75% dan spesifisitas sebesar 66,7%. Terdapat ketidaksesuaian pelaksanaan program PMT yaitu ketepatan cara pemberian PMT (PMT diberikan sebagai makanan utama bukan sebagai makanan tambahan) Kesimpulan : Berdasarkan hasil yang diperoleh ada peningkatan berat badan balitta sebelum dan sesudah diberi PMT dengan nilai p-value 0,001. Dari indikator BB/TB didapatkan p-value 0,017. Indikator BB/U didapatkan p-value 0,002. Sensitifitas sebesar 75% dan spesifisitas sebesar 66,7%. Terdapat ketidaksesuaian pelaksanaan program PMT yaitu ketepatan cara pemberian PMT. Kata Kunci : PMT Pemulihan, Berat Badan, Status Gizi, KBM menurut KMS

Item Type: Thesis (Diploma)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: PMT Pemulihan, Berat Badan, Status Gizi, KBM menurut KMS
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi DIII Gizi
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 14 Jul 2026 03:56
Last Modified: 14 Jul 2026 03:56
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22708

Actions (login required)

View Item View Item