Wahyu Saputro, Doni (2026) PERBEDAAN KADAR ALBUMIN PASIEN SEPSIS YANG DIPERIKSA SEGERA DAN SETELAH PENGAMBILAN 14 JAM PADA SUHU RUANG 25℃. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text
AWAL.pdf

Download (904kB)
Text (abstract)
Abstract.pdf.pdf

Download (132kB)
Text (chapter 1)
Chapter 1.pdf

Download (142kB)
Text (chapter 2)
Chapter 2.pdf

Download (200kB)
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf

Download (568kB)
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf

Download (392kB)
Text (Conclusion)
Conclusion.pdf

Download (10kB)
Text (Appendices)
Appendices.pdf.pdf

Download (1MB)
Text (References)
References.pdf.pdf

Download (241kB)
Official URL: https://poltekkesjogja.ac.id/

Abstract

PERBEDAAN KADAR ALBUMIN PASIEN SEPSIS YANG DIPERIKSA SEGERA DAN SETELAH PENGAMBILAN 14 JAM PADA SUHU RUANG 25℃ Doni Wahyu Saputro1, Subrata Tri Widada, SKM., M.Sc2., Dra. Ida Nurhayati, M.Kes.3 1,2,3 Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Jalan Ngadinegaran MJ 3 No. 62, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, 55141 Email : donienerjik@gmail.com ABSTRAK Latar belakang : Sepsis merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang sering terjadi pada pasien ruang intensif dan berhubungan erat dengan peningkatan angka mortalitas. parameter laboratorium yang penting pada pasien sepsis adalah kadar albumin yang berperan dalam menilai prognosis serta menentukan terapi yang tepat. Dalam praktiknya pasien sepsis yang masuk rumah sakit tidak dilakukan skrining kadar albumin dan dilakukan pemeriksaan susulan beberapa jam setelah masuk ruang intensif dengan sampel pasien saat masuk yang disimpan disuhu ruang 25°C . Tujuan penelitian: Untuk mengetahui perbedaan kadar albumin pasien sepsis yang segera diperiksa dan setelah pengambilan 14 jam pada suhu ruang 25°C Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berupa 40 serum sisa pasien sepsis ruang intensif. Pemeriksaan kadar albumin diperiksa dengan metode Bromocresol Green. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik dengan uji normalitas data dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk, kemudian dilanjutkan dengan uji Paired Sample T-Test. Hasil Penelitian: Rerata kadar albumin serum yang diperiksa segera lebih tinggi dengan setelah pengambilan 14 jam pada suhu ruang 25°C, dengan selisih 0.0525 g/dL. Hasil uji statistik menggunakan Paired Sample T-test menunjukkan terdapat perbedaan bermakna secara statistik (0.001<0.05). Namun demikian, berdasarkan pedoman Clinical Laboratory Improvement Amendments (CLIA) tahun 2025, nilai mean different sebesar 2.10 % masih berada dibawah batas total error allowable (Tea) albumin yaitu ± 8 %. Kesimpulan: Serum pasien sepsis yang telah diambil selama 14 jam pada suhu ruang 25°C dapat digunakan kembali untuk pemeriksaan albumin Kata Kunci: Kadar Albumin, Sepsis, Penyimpanan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: Kadar Albumin, Sepsis, Penyimpanan
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis > Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 16 Oct 2026 01:03
Last Modified: 16 Oct 2026 01:03
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22702

Actions (login required)

View Item View Item