Budi, Desri Tiyaseng (2026) KAJIAN SKOR KEAMANAN PANGAN (SKP) PADA OLAHAN TELUR BUMBU KARE DI INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WS. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text
Awal.pdf Download (241kB) |
|
Text
Abstract.pdf Download (196kB) |
|
Text
Chapter1.pdf Download (154kB) |
|
Text
Chapter2.pdf Download (219kB) |
|
Text
Chapter3.pdf Restricted to Registered users only Download (168kB) |
|
Text
Chapter4.pdf Restricted to Repository staff only Download (377kB) |
|
Text
Conclusion.pdf Download (77kB) |
|
Text
References.pdf Download (141kB) |
|
Text
Appendiences.pdf Restricted to Registered users only Download (845kB) |
Abstract
KAJIAN SKOR KEAMANAN PANGAN (SKP) PADA OLAHAN TELUR BUMBU KARE DI INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WS Desri Tiyaseng Budi1 , Joko Susilo2 , Agus Wijanarka3 1,2,3 Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Jl. Tatabumi No.3 Banyuraden, Gamping, Sleman email : desritiyaa@gmail.com ABSTRAK Latar Belakang : Keamanan pangan merupakan aspek penting dalam penyelenggaraan makanan rumah sakit untuk mencegah terjadinya kontaminasi fisik, kimia, dan biologis yang dapat membahayakan kesehatan pasien. Produk olahan hewani termasuk telur memiliki risiko tinggi mengalami kontaminasi sehingga perlu dilakukan pengawasan melalui penilaian Skor Keamanan Pangan (SKP). Tujuan : Mengetahui tingkat kemamanan pangan pada olahan telur bumbu kare di Instalasi Gizi RSUD WS berdasarkan komponen Pemilihan dan Penyimpanan Bahan Makanan (PPB), Higiene Pemasak (HGP), Pengolahan Bahan Makanan (PBM), dan Distribusi Makanan (DMP). Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan metode survey. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung menggunakan formular SKP sebanyak dua kali pengamatan pada bulan Janurai-Februari 2026. Data dianalisis secara deskriptif dengan menghitung presentase capaian setiap komponen SKP Hasil : Capaian skor pada komponen PPB sebesar 100%, HGP sebesar 100%, PBM sebesar 95,9%, dan DMP sebesar 63,2%. Total Skor Keamanan Pangan yang diperoleh adalah 92,61% dengan kategori “Rawan, tetapi masih aman dikonsumsi”. Komponen distribusi makanan menjadi aspek dengan nilai terendah sehingga memerlukan perhatian lebih dalam penerapan higiene dan sanitasi makanan. Kesimpulan : Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa olahan telur bumbu kare di Instalasi Gizi RSUD WS masih berada dalam kategori aman untuk dikonsumsi, namun perlu dilakukan perbaikan terutama pada tahap distribusi makanan guna meningkatkan mutu keamanan pangan. Kata Kunci : keamanan pangan, skor keamanan pangan, telur bumbu kare, instalasi gizi rumamh sakit, higiene sanitasi
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Kata Kunci : keamanan pangan, skor keamanan pangan, telur bumbu kare, instalasi gizi rumamh sakit, higiene sanitasi |
| Subjects: | R Medicine > RZ Other systems of medicine |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Gizi > Program Studi DIII Gizi |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 04:11 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 04:11 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22622 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
