Renatavido, Affia Zaky (2026) GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU DAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD WONOSARI TAHUN 2025. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (abstract)
abstract.pdf Download (402kB) |
|
Text (cover)
awal.pdf Download (1MB) |
|
Text (chapter 1)
chapter I.pdf Download (452kB) |
|
Text (chapter 2)
chapter II.pdf Download (491kB) |
|
Text (chapter 3)
chapter III.pdf Restricted to Registered users only Download (483kB) |
|
Text (chapter 4)
chapter IV.pdf Restricted to Registered users only Download (541kB) |
|
Text (conclusion)
conclusion.pdf Download (339kB) |
|
Text (references)
references.pdf Download (599kB) |
|
Text (Appendices)
appendices.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU DAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD WONOSARI TAHUN 2025 Affia Zaky Renatavido¹, Yani Widyastuti², Dyah Noviawati Setya Arum³ ¹²³Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Jl. Mangkuyudan MJ III/304, Yogyakarta, 55143 Email: affiazaky@gmail.com ABSTRAK Latar Belakang: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan karena berkontribusi terhadap tingginya angka kematian neonatal. Prevalensi BBLR di Kabupaten Gunungkidul menunjukkan tren peningkatan, sehingga diperlukan kajian untuk mengetahui karakteristik ibu dan bayi sebagai dasar upaya pencegahan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Tujuan: Mengetahui gambaran karakteristik ibu dan bayi dengan BBLR di RSUD Wonosari tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Data yang digunakan berupa data sekunder dari rekam medis ibu dan bayi di RSUD Wonosari tahun 2025. Sampel penelitian sebanyak 218 kelahiran yang terdiri dari 58 bayi BBLR dan 160 bayi tidak BBLR. Analisis data dilakukan secara univariat dengan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Sebagian besar bayi lahir dengan berat badan normal (73,4%), sedangkan berat bayi lahir <2500 sebesar 26,6%. Sebagian ibu berusia 20–35 tahun (80,7%), usia kehamilan aterm (81,2%), paritas multipara (61,5%), dan pendidikan menengah (66,5%). Sebagian besar ibu tidak anemia (77,5%) dan tidak memiliki riwayat kehamilan gemelli (96,8%). Pada kelompok BBLR, proporsi lebih tinggi ditemukan pada kehamilan preterm (50%), ibu berpendidikan dasar (39,7%), dan kehamilan gemelli (10,3%). Sebagian besar BBLR berjenis kelamin bayi laki-laki (72,4%). Kesimpulan: Kejadian BBLR di RSUD Wonosari masih cukup tinggi dan dapat digambarkan melalui karakteristik maternal dan neonatal, terutama usia kehamilan, pendidikan ibu, dan kehamilan gemelli. Diperlukan peningkatan deteksi dini serta kualitas pelayanan antenatal untuk menurunkan kejadian BBLR. Kata Kunci: BBLR, karakteristik ibu, karakteristik bayi, kehamilan, neonatal
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | BBLR, karakteristik ibu, karakteristik bayi, kehamilan, neonatal |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi DIII Kebidanan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 03:16 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 03:16 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22606 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
