Izzah, Rizky Nurul (2026) Korelasi Kadar HbA1c dengan Kadar Ureum pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di RSJD DR. RM. Soedjarwadi Klaten. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Awal)
AWAL SCAN.pdf Download (3MB) |
|
Text (Abstract)
ABSTRAK.pdf Download (205kB) |
|
Text (Chapter 1)
BAB 1.pdf Download (231kB) |
|
Text (Chapter 2)
BAB II.pdf Download (409kB) |
|
Text (Chapter 3)
BAB III.pdf Download (265kB) |
|
Text (Conclusion)
BAB IV.pdf Download (268kB) |
|
Text (references)
REFERENCE.pdf Download (224kB) |
|
Text (Appendices)
APPENDICES.pdf Download (2MB) |
Abstract
Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat. Indonesia menempati peringkat ke-lima dunia dengan 20,4 juta penderita pada tahun 2024, dan Kabupaten Klaten menempati urutan kedua tertinggi di Jawa Tengah. Hiperglikemia tidak terkontrol berpotensi menyebabkan komplikasi mikrovaskular, khususnya nefropati diabetik, yang ditandai dengan peningkatan kadar ureum sebagai indikator penurunan fungsi ginjal. Pemeriksaan HbA1c sebagai gold standard kontrol glikemik jangka panjang dinilai memiliki keterkaitan dengan parameter fungsi ginjal, namun data korelasi HbA1c dan ureum di RSJD DR. RM. Soedjarwadi Klaten masih terbatas. Tujuan Penelitian: Mengetahui korelasi antara kadar HbA1c tidak terkontrol (≥7%) dengan kadar ureum pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di RSJD DR.RM.Soedjarwadi Klaten. Metode Penelitian: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional retrospektif menggunakan data sekunder diperoleh dari Laboratory Information System (LIS) pasien DM tipe 2 periode November 2025–Februari 2026. Sampel sebanyak 111 data diperoleh dengan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan korelasi Rank Spearman dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil Penelitian: Mayoritas responden memiliki HbA1c kategori tidak terkontrol (65,8%) dan sangat tidak terkontrol (34,2%), dengan rerata kadar HbA1c 9,5%. Kadar ureum tidak normal (tinggi) ditemukan pada 26,1% responden, dengan rerata 39,5 mg/dl. Distribusi data tidak normal pada kedua variabel (p=0,026 dan p=0,000; p<0,05). Uji korelasi Rank Spearman menunjukkan korelasi sangat lemah r=0,093 dan tidak signifikan p=0,332 (p>0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi yang bermakna antara kadar HbA1c tidak terkontrol (≥7%) dengan kadar ureum pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di RSJD DR.RM.Soedjarwadi Klaten, dengan kekuatan korelasi sangat lemah dan arah positif. Ureum sebagai parameter tunggal dinilai kurang sensitif mendeteksi gangguan fungsi ginjal dini pada pasien DMT2. Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, HbA1c, Ureum, Nefropati Diabetik, Korelasi
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Diabetes Melitus Tipe 2, HbA1c, Ureum, Nefropati Diabetik, Korelasi |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RB Pathology R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis > Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 03:27 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 03:27 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22552 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
