Faida, Aisya Nur (2026) PENGGUNAAN LARUTAN CARNOY SEBAGAI AGEN FIKSATIF DALAM KUALITAS HISTOMORFOLOGI JARINGAN USUS HALUS DAN PANKREAS TIKUS WISTAR. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Awal)
Awal.pdf Download (1MB) |
|
Text (Abstract)
Abstract.pdf Download (107kB) |
|
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf Download (182kB) |
|
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf Download (329kB) |
|
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (138kB) Request a copy |
|
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (268kB) Request a copy |
|
Text (Chapter 5)
Chapter 5.pdf Download (38kB) |
|
Text (References)
References.pdf Download (180kB) |
|
Text (Appendices)
Appendices.pdf Restricted to Registered users only Download (331kB) Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Kualitas gambaran histomorfologi jaringan dipengaruhi oleh proses preparasi jaringan, khususnya pada tahap fiksasi yang bertujuan untuk mempertahankan struktur sel dan mencegah autolisis. NBF 10% merupakan larutan fiksatif yang umum digunakan, namun membutuhkan waktu yang relatif lama untuk penetrasi jaringan. Larutan Carnoy merupakan fiksatif berbasis alkohol dengan waktu penetrasi jaringan yang lebih cepat, serta mampu mempertahankan inti sel dengan baik. Jaringan usus halus dan pankreas tikus Wistar dipilih karena memiliki perbedaan karakteristik morfologi dan tingkat kepadatan yang dapat memengaruhi proses penetrasi oleh larutan fiksatif. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas histomorfologi pada jaringan usus halus dan pankreas tikus wistar yang difiksasi dengan larutan Carnoy dan NBF 10% sebagai kontrol. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode Quasi-Experimental dengan rancangan Posttest-Only Control Group Design. Sampel berupa jaringan usus halus dan pankreas tikus Wistar yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu fiksasi NBF 10% dan larutan Carnoy. Kualitas histomorfologi jaringan dinilai berdasarkan kejelasan inti sel, sitoplasma, dan keseragaman warna dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin. Hasil Penelitian: Kedua fiksatif menunjukkan kualitas histomorfologi dengan kategori baik. Pada jaringan pankreas, larutan Carnoy memperoleh skor lebih tinggi (2,89) terutama pada parameter kejelasan inti sel dan keseragaman warna, dibandingkan NBF 10% (2,46). Sementara itu, pada jaringan usus halus, kedua fiksatif tersebut menunjukkan kualitas yang sama baiknya dengan skor optimal (3,00). Kesimpulan: Larutan Carnoy menunjukkan kualitas histomorfologi yang sama baiknya dengan NBF 10% pada jaringan usus halus, namun memberikan hasil lebih baik dari NBF 10% pada jaringan pankreas. Kata Kunci: Fiksasi, Larutan Carnoy, NBF 10%, Histomorfologi, Pankreas, Usus halus.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Fiksasi, Larutan Carnoy, NBF 10%, Histomorfologi, Pankreas, Usus halus. |
| Subjects: | R Medicine > RB Pathology |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis > Program Studi DIII Teknologi Laboratorium |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 02:43 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 02:43 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22410 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
