Latifatunnajah, Rahma (2026) GAMBARAN KUALITAS HIDUP BALITA STUNTING USIA 24-59 BULAN DI KALURAHAN SELOPAMIORO, IMOGIRI, BANTUL TAHUN 2026. Diploma thesis, Poltekkes Kemnekes Yogyakarta.

Text (cover)
awal.pdf

Download (976kB)
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (364kB)
Text (BAB 1)
chapter1.pdf

Download (426kB)
Text (BAB 2)
chapter2.pdf

Download (384kB)
Text (BAB 3)
chapter3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (609kB)
Text (BAB 4)
chapter4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (364kB)
Text (kesimpulan)
conclusion.pdf

Download (170kB)
Text (daftar pustaka)
reference.pdf

Download (326kB)
Text (lampiran)
Appendices.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Kualitas hidup adalah persepsi individu mengenai kesejahteraan dirinya pengukurannya meliputi kesejahteraan, kelangsungan hidup, serta kemampuan seseorang. Konsep ini bersifat multidimensional yang mencerminkan kesejahteraan fisik, psikologis, dan sosial anak, serta kemampuan untuk berfungsi secara normal dalam lingkungan sehari-hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kualitas hidup balita stunting usia 24-59 bulan di Kalurahan Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Bantul, Tahun 2026. Metode: Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2026 di Kalurahan Selopamioro. Populasi penelitian seluruh balita stunting usia 24-59 bulan yang berdomisili di Kalurahan Selopamioro dengan jumlah 75 balita. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Pediatric Quality of Life Inventory (PedsQL) 4.0 Generic Core Scales – parent proxy report. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan skor kualitas hidup pada setiap fungsi. Hasil penelitian: Karakteristik balita stunting di Kalurahan Selopamioro mayoritas pada kelompok usia 36-47 bulan , anak laki-laki, dan dengan kejadian stunting pada kategori pendek (77,8%). Mayoritas balita stunting memiliki kualitas hidup baik (74,6%),dengan kualitas hidup dalam kategori baik tertinggi pada fungsi sosial (88,1%), sedangkan pada fungsi fisik dan emosional masing masing (69,5%). Kesimpulan: Mayoritas kualitas hidup balita stunting sudah berada pada kategori baik, tetapi kualitas hidup buruk lebih sering teridentifikasi pada balita dengan kelompok usia 48-59 bulan anak laki-laki, dan kejadian stunting dengan kategori sangat pendek sehingga perlu adanya perhatian khusus agar terdapat peningkatan kualitas hidup. Kata kunci:Stunting, Kualitas Hidup, Balita.

Item Type: Thesis (Diploma)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: Stunting, Kualitas Hidup, Balita.
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi DIII Kebidanan
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 01 Jul 2026 02:55
Last Modified: 01 Jul 2026 02:55
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22395

Actions (login required)

View Item View Item