Cahyadi, Afthon (2026) PERBEDAAN HASIL QUALITY CONTROL (QC) PEMERIKSAAN ASAM URAT DENGAN BAHAN KONTROL SERTA REAGEN SATU RESEP DAN SETENGAH RESEP. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Awal)
Awal.pdf Download (856kB) |
|
Text (Abstract)
Abstract.pdf Download (188kB) |
|
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf Download (233kB) |
|
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf Download (626kB) |
|
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf Download (308kB) |
|
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf Download (380kB) |
|
Text (Conclusion)
Conclusion.pdf Download (200kB) |
|
Text (Refrences)
Refrences.pdf Download (208kB) |
|
Text (Appendices)
Appendices.pdf Download (2MB) |
Abstract
Latar Belakang: Pemeriksaan asam urat merupakan parameter penting dalam kimia klinik yang memerlukan jaminan mutu melalui Quality Control (QC) untuk menjamin akurasi dan presisi. Dalam praktik laboratorium, penggunaan reagen setengah resep sering dilakukan untuk efisiensi, namun berpotensi mempengaruhi akurasi dan presisi hasil pemeriksaan pasien. Tujuan: Mengetahui perbedaan hasil QC pemeriksaan asam urat antara penggunaan bahan kontrol dan reagen satu resep dengan setengah resep secara deskriptif, klinis, dan statistik. Metode: Penelitian true experimental dengan posttest-only control design, didapatkan 120 data yang diperoleh secara within day untuk periode pendahuluan dan day to day untuk periode kontrol menggunakan Photometer 5010 V5+. Analisis hasil meliputi mean, SD, CV, bias, total error (TE), sigma, grafik Levey-Jennings, serta uji statistik Mann-Whitney U. Hasil: Hasil analisis deskriptif yang meliputi presisi (CV), akurasi, (bias), dan total error (TE) pada kedua metode tergolong baik karena berada dibawah batas maksimum, namun hasil QC asam urat setengah resep cenderung lebih tinggi. Six sigma yang diperoleh lebih memadai pada satu resep dibandingkan dengan setengah resep, namun tidak ditemukan pelanggaran aturan Westgard pada grafik Levey Jennings. Secara klinis hasil masih diterima karena TE berada dibawah TEa menurut CLIA yaitu 10%. Secara statistik terdapat perbedaan antara kedua metode. Kesimpulan: Hasil QC pemeriksaan asam urat satu resep maupun setengah resep tergolong baik dan masih di bawah batas maksimum, meskipun hasil pada setengah resep cenderung lebih tinggi. Secara klinis hasil masih dapat diterima, namun secara statistik terdapat perbedaan antara penggunaan satu resep dan setengah resep. Kata Kunci: Quality Control (QC), asam urat, bahan kontrol, reagen.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Kata Kunci: Quality Control (QC), asam urat, bahan kontrol, reagen. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis > Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 02:14 |
| Last Modified: | 07 Oct 2026 02:14 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22393 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
