Niam, Iffana Uliyyatun (2026) PERBEDAAN PENGGUNAAN VACUTAINER LITHIUM HEPARIN DAN VACUTAINER PLAIN TERHADAP PEMERIKSAAN KADAR NATRIUM. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text (Cover)
Awal.pdf

Download (776kB)
Text (Abstract)
Abstract.pdf

Download (189kB)
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf

Download (249kB)
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf

Download (399kB)
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (330kB) Request a copy
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (286kB) Request a copy
Text (Conclusion)
Conclusion.pdf

Download (198kB)
Text (References)
References.pdf

Download (212kB)
Text (Appendices)
Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) Request a copy
Official URL: https://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Natrium merupakan kation utama cairan ekstraseluler yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan fungsi neuromuskular. Pemeriksaan kadar natrium di laboratorium klinik umumnya menggunakan spesimen serum dari tabung vacutainer plain atau plasma dari tabung vacutainer lithium heparin. Perbedaan komposisi kedua spesimen ini menimbulkan pertanyaan apakah jenis tabung yang digunakan dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan kadar natrium. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan kadar natrium antara penggunaan vacutainer lithium heparin dan vacutainer plain pada responden dewasa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 30 probandus dewasa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Darah vena diambil sebanyak 5–6 cc dan dibagi ke dalam dua jenis tabung vacutainer. Kadar natrium diperiksa menggunakan Electrolyte Analyzer Diestro. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro-Wilk, kemudian dilanjutkan dengan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil: Rata-rata kadar natrium pada vacutainer lithium heparin sebesar 137,90 mmol/L, sedangkan pada vacutainer plain sebesar 138,00 mmol/L, dengan selisih rata-rata 0,10 mmol/L (0,07%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,489 (p ≥ 0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pemeriksaan kadar natrium menggunakan vacutainer lithium heparin dan vacutainer plain, sehingga kedua jenis tabung dapat digunakan secara bergantian untuk pemeriksaan natrium di laboratorium klinik. Kata Kunci: Vacutainer Lithium Heparin, Natrium, Vacutainer Plain

Item Type: Thesis (Diploma)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: Vacutainer Lithium Heparin, Natrium, Vacutainer Plain
Subjects: R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis > Program Studi DIII Teknologi Laboratorium
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 01 Jul 2026 02:16
Last Modified: 01 Jul 2026 02:16
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22329

Actions (login required)

View Item View Item