Nisa, Airmas Setya Nafingatun (2026) ASUHAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. FS USIA 35 TAHUN G2P1AB0AH1 USIA KEHAMILAN 35 MINGGU 4 HARI DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS DI PUSKESMAS TEGALREJO YOGYAKARTA. Laporan-Coc thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text (Awal)
Awal.pdf

Download (2MB)
Text (Sinopsis)
Sinopsis.pdf

Download (136kB)
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf

Download (149kB)
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf

Download (746kB)
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (238kB)
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (17kB)
Text (References)
References.pdf

Download (148kB)
Text (Appendices)
Appendices.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
Official URL: https://poltekkesjogja.ac.id/

Abstract

Penelitian tahun 2024 menyebutkan bahwa prevalensi KEK pada ibu hamil di Indonesia mencapai 18,3%, meskipun mengalami penurunan menjadi sekitar 16,9% pada tahun 2023, angka tersebut masih berada di atas target nasional yaitu 10%. Kondisi ini menunjukkan bahwa masalah gizi ibu hamil masih menjadi tantangan besar dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan maternal dan neonatal di Indonesia. Ny. FS usia 35 tahun G2P1Ab0Ah1 menjalani asuhan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care) mulai masa kehamilan trimester III, persalinan, nifas, neonatal, hingga keluarga berencana. Pengkajian pertama dilakukan pada tanggal 2 Maret 2026 di Puskesmas Tegalrejo saat usia kehamilan 35 minggu 4 hari. Ibu datang untuk pemeriksaan kehamilan dengan keluhan keputihan berwarna kehijauan disertai rasa gatal. Hasil pemeriksaan laboratorium urine menunjukkan leukosit dan bakteri positif yang mengarah pada infeksi saluran kemih. Selain itu, ibu memiliki faktor risiko kehamilan berupa usia ≥35 tahun, status gizi kurang dengan IMT 15,80 kg/m² dan LILA 22 cm, riwayat bayi berat lahir rendah, serta riwayat sectio caesarea 10 tahun yang lalu. Hasil pemeriksaan USG menunjukkan taksiran berat janin masih kurang dibanding usia kehamilan dengan EFW 2132 gram sehingga mengarah pada kecurigaan Intrauterine Growth Restriction (IUGR). Penatalaksanaan untuk kasus ISK ibu dilakukan melalui pemberian antibiotik dan ibu dianjurkan kunjungan ulang 5 hari/ setelah antibiotik habis untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium ulang. selain itu, ibu juga diberi edukasi personal hygiene, peningkatan nutrisi terutama protein hewani, konsumsi suplemen, pemantauan gerak janin, dan kolaborasi dengan dokter spesialis obstetri. Pada kunjungan berikutnya pada tanggal 13 Maret 2026 usia kehamilan 37 minggu 1 hari, hasil USG menunjukkan taksiran berat janin masih rendah yaitu 2300 gram sehingga dokter merencanakan terminasi kehamilan apabila berat janin tidak meningkat. Penatalaksanaan ini didasarkan karena ibu riwayat persalinan sectio caesarea. Pada usia kehamilan 39 minggu 1 hari, hasil USG menunjukkan taksiran berat janin 2400 gram sehingga diputuskan persalinan secara sectio caesarea pada tanggal 28 Maret 2026 di RS Dr. Soetarto menggunakan metode ERACS (Enhanced Recovery After Cesarean Surgery). Bayi lahir pukul 08.42 WIB dengan jenis kelamin perempuan, langsung menangis kuat, berat badan lahir 2600 gram, panjang badan 48 cm, dan tidak ditemukan kelainan kongenital. Ibu dapat melakukan mobilisasi dini dan mulai menyusui beberapa jam setelah operasi. Namun, bayi tidak menndapatkan inisiasi menusu dini karena setelah lahir langsung dilakukan observasi di ruang bayi. Pada masa neonatal pada kunjungan neonatal 2 dari hasil data subjektif ibu mengatakan ketika periksa di rumah sakit bidannya mengatakan bayinya kuning. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan pada bayi dan hasilnya warna kulit wajah hingga dada bayi menguning, bayi mengalami ikterus fisiologis derajat II pada usia 6 hari (3 April 2026) disertai penurunan berat badan menjadi 2400 gram. Penatalaksanaan dilakukan dengan meningkatkan frekuensi pemberian ASI, edukasi penjemuran bayi pagi hari, dan pemantauan neonatal berkala. Pada kunjungan neonatal berikutnya usia bayi 16 hari (14 April 2026), kondisi bayi membaik, ikterus sudah menghilang, berat badan meningkat menjadi 2900 gram, dan bayi menyusu dengan kuat. Selanjutnya adalah melakukan monitoring berkelanjutan pada masa nifas Ny. FS yang berlangsung fisiologis tanpa komplikasi. Luka sectio caesarea sembuh baik tanpa tanda infeksi, lochea normal, produksi ASI lancar, dan ibu mampu beradaptasi dalam perawatan bayi. Asuhan nifas difokuskan pada edukasi nutrisi tinggi protein, personal hygiene, perawatan luka operasi, perawatan payudara, pola istirahat, serta tanda bahaya masa nifas. Pada pelayanan keluarga berencana yang sudah dilakukan sejak ibu hamil trimester III, awalnya ibu merasa bimbang antara implan dan suntik progestin. akhirnya ketika nifas Ny. FS memilih menggunakan kontrasepsi implan karena pengalaman kurang nyaman saat pelepasan IUD sebelumnya. Setelah mendapatkan konseling mengenai kontrasepsi jangka panjang, ibu menjalani pemasangan KB implan dan tidak mengalami keluhan berarti selama penggunaan. Secara keseluruhan, asuhan kebidanan berkesinambungan pada Ny. FS berjalan baik dan mampu mendukung kesehatan ibu dan bayi secara optimal melalui deteksi dini faktor risiko, pemantauan berkelanjutan, serta penatalaksanaan yang tepat.

Item Type: Thesis (Laporan-Coc)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: Kekurangan Energi Kronis, Underweight, IUGR, Riwayat Persalinan SC, Riwayat BBLR, Ikterus Neonatus
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Pendidikan Profesi Bidan
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 01 Jul 2026 06:59
Last Modified: 01 Jul 2026 06:59
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22258

Actions (login required)

View Item View Item