Astutik, Sifaudma Sarina (2026) ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY.R USIA 18 G1P0AB0 DENGAN KEHAMILAN RISIKO USIA MUDA.PADA USIA KEHAMILAN 35 MINGGU YANG DISERTAI INFEKSI.SALURAN KEMIH (ISK), KISTA BARTHOLIN, LILITAN TALI PUSAT DAN PRESENTASI OCCIPITO POSTERIOR DI PUSKESMAS SEDAYU I BANTUL. Laporan-Coc thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text (COVER)
3. Awal.pdf

Download (574kB)
Text (APPENDICES)
2. Appendices.pdf

Download (5MB)
Text (CHAPTER 1)
4. Chapter 1.pdf

Download (650kB)
Text (CHAPTER 2)
5. Chapter 2.pdf

Download (596kB)
Text (CHAPTER 3)
6. Chapter 3.pdf

Download (310kB)
Text (CHAPTER 4)
7. Chapter 4.pdf

Download (494kB)
Text (REFERENCES)
8. References.pdf

Download (674kB)
Official URL: http://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

Kehamilan pada usia remaja merupakan salah satu kehamilan risiko tinggi yang memerlukan perhatian khusus karena dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi selama kehamilan, persalinan, maupun masa nifas. Selain faktor usia muda, infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada ibu hamil dan dapat meningkatkan risiko komplikasi maternal dan perinatal apabila tidak ditangani secara tepat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Agil dkk. (2025), ISK merupakan salah satu infeksi yang paling sering ditemukan pada kehamilan dan berhubungan dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan ibu dan janin1. Selain itu, kondisi penyerta seperti kista Bartholin, lilitan tali pusat, dan presentasi occipito posterior juga memerlukan pemantauan yang lebih intensif untuk mencegah terjadinya komplikasi selama proses persalinan. Salah satu ibu hamil dengan faktor risiko tersebut adalah Ny. R usia 18 tahun G1P0Ab0 yang mendapatkan asuhan kebidanan berkesinambungan di Puskesmas Sedayu I Bantul. Asuhan kebidanan dimulai sejak usia kehamilan 35 minggu. Pada masa kehamilan ditemukan beberapa faktor risiko dan masalah kebidanan, yaitu kehamilan risiko usia muda, infeksi saluran kemih (ISK), kista Bartholin, lilitan tali pusat, dan presentasi occipito posterior. Selama masa kehamilan dilakukan pemantauan kondisi ibu dan janin secara berkala, pemberian edukasi mengenai tanda bahaya kehamilan, pemenuhan kebutuhan nutrisi, persiapan persalinan, serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan sesuai kebutuhan. Pada akhir kehamilan, ibu menjalani persalinan secara sectio caesarea atas indikasi presentasi occipito posterior. Bayi lahir perempuan dengan berat badan lahir 2.645 gram dan tidak mengalami komplikasi neonatal. Bayi mendapatkan asuhan bayi baru lahir normal serta pemantauan selama masa neonatus yang meliputi pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, pemberian ASI eksklusif, serta deteksi dini komplikasi. Hasil pemantauan menunjukkan bayi dalam keadaan sehat dan tidak ditemukan adanya masalah maupun komplikasi selama masa neonatus. Pada masa nifas tidak ditemukan komplikasi. Keluhan yang dirasakan ibu berupa nyeri pada luka operasi sectio caesarea yang merupakan kondisi fisiologis pasca pembedahan dan berangsur membaik setelah diberikan asuhan kebidanan berupa edukasi mobilisasi dini, perawatan luka, pemenuhan nutrisi, istirahat yang cukup, serta dukungan dalam pemberian ASI. Proses involusi uterus, pengeluaran lochea, dan proses laktasi berlangsung normal sesuai dengan masa nifas. Setelah mendapatkan konseling keluarga berencana, ibu memutuskan menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan sebagai metode kontrasepsi pasca persalinan. Kesimpulan dari asuhan kebidanan berkesinambungan pada Ny. R usia 18 tahun G1P0Ab0 dengan kehamilan risiko usia muda yang disertai infeksi saluran kemih (ISK), kista Bartholin, lilitan tali pusat, dan presentasi occipito posterior menunjukkan bahwa pemantauan dan penatalaksanaan yang dilakukan secara komprehensif sejak masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, hingga keluarga berencana dapat membantu mendeteksi faktor risiko secara dini dan mencegah terjadinya komplikasi yang lebih berat pada ibu maupun bayi. Bidan diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan Continuity of Care (CoC) melalui pemantauan yang berkesinambungan, deteksi dini faktor risiko, serta kolaborasi yang efektif dengan tenaga kesehatan lain guna meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan ibu dan bayi.

Item Type: Thesis (Laporan-Coc)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: Continuity Of Care (COC), Kehamilan Risiko, ISK, Kista Bartholin, Lilitan Tali Pusat, Presentasi Occipito Posterior
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Pendidikan Profesi Bidan
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 18 Aug 2026 07:36
Last Modified: 18 Aug 2026 07:36
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22199

Actions (login required)

View Item View Item