Sa'adah, Sita Alfinatus (2026) PERBEDAAN PERTUMBUHAN JAMUR Trichophyton rubrum PADA MEDIA SABOURAUD DEXTROSE AGAR (SDA) DAN MEDIA KACANG KEDELAI (Glycine max L.) DENGAN PENAMBAHAN GULA. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Awal)
Awal.pdf Download (1MB) |
|
Text (Abstract)
Abstract.pdf Download (249kB) |
|
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf Download (293kB) |
|
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf Download (458kB) |
|
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (378kB) Request a copy |
|
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (452kB) Request a copy |
|
Text (Conclusion)
Conclusion.pdf Download (275kB) |
|
Text (References)
References.pdf Download (274kB) |
|
Text (Appendices)
Appendices.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) Request a copy |
Abstract
Trichophyton rubrum merupakan jamur dermatofita penyebab infeksi kulit pada manusia. Media Sabouraud Dextrose Agar (SDA) digunakan sebagai media standar pertumbuhan jamur, namun biaya yang relatif tinggi mendorong pengembangan media alternatif yang lebih ekonomis. Kacang kedelai (Glycine max L.) mengandung protein tinggi serta adanya penambahan gula berpotensi digunakan sebagai sumber nutrisi dalam media pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan Trichophyton rubrum pada media SDA dan media kacang kedelai dengan penambahan gula berdasarkan diameter koloni, morfologi makroskopis dan mikroskopis. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan metode Intact-Group Comparison. Karakteristik koloni jamur pada media kacang kedelai serupa dengan media SDA, yaitu berbentuk bulat, tepi rata, dan berwarna putih keabu-abuan, dengan perbedaan pada tekstur dimana media SDA tampak berbulu halus sedangkan media kacang kedelai tampak berbutir halus. Mikroskopis sel terdapat hifa bersepta, makrokonidia berbentuk silindris dan mikrokonidia berbentuk seperti tetesan air mata di sepanjang hifa. Rerata diameter koloni jamur pada media SDA sebesar 62,88 mm dan pada media kacang kedelai dengan penambahan gula sebesar 59,08 mm. Efektivitas media kacang kedelai dengan penambahan gula mencapai 94%. Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan Trichophyton rubrum pada media SDA dan media kacang kedelai yang ditambahkan gula. Kata Kunci: Trichophyton rubrum, Sabouraud Dextrose Agar, media kacang kedelai, penambahan gula, diameter koloni
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Trichophyton rubrum, Sabouraud Dextrose Agar, media kacang kedelai, penambahan gula, diameter koloni |
| Subjects: | R Medicine > RZ Other systems of medicine |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis > Program Studi DIII Teknologi Laboratorium |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 02:35 |
| Last Modified: | 12 Oct 2026 02:35 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22048 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
