HIDAYATIKA AMIN PUSPANDARI (2026) ASUHAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. U USIA 25 TAHUN G5P0Ab4Ah0 DENGAN DKP MAL POSISI DI PUSKESMAS TEPUS 1 GUNUNGKIDUL. Laporan-Coc thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text
1. BAGIAN AWAL.pdf Download (239kB) |
|
Text
2. BAB I.pdf Download (45kB) |
|
Text
3. BAB II.pdf Download (323kB) |
|
Text
4. BAB III.pdf Download (61kB) |
|
Text
5. BAB IV.pdf Download (32kB) |
|
Text
6. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (36kB) |
|
Text
7. LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
SINOPSIS ASUHAN BERKESINAMBUNGAN KEPADA NY. H USIA 27 TAHUN G5P0Ab4Ah0 dengan DKP MAL POSISI DI PUSKEMAS TEPUS 1 GUNUNGKIDUL Kesehatan ibu dan anak merupakan indikator utama derajat kesehatan suatu bangsa. Upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi tantangan besar dalam pelayanan kesehatan di Indonesia. Salah satu strategi efektif untuk mencapai target tersebut adalah melalui pemberian asuhan kebidanan yang bersifat berkesinambungan atau Continuity of Care (CoC). Asuhan CoC memastikan bahwa seorang wanita menerima pelayanan yang konsisten dan terintegrasi mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Kondisi Ny. H, usia 27 tahun dengan status obstetri G5P0Ab4Ah0, merupakan kasus yang memerlukan perhatian khusus. Riwayat keguguran sebanyak empat kali berturut-turut (abortus habitualis) menjadi dasar bahwa kehamilan saat ini pada kategori Kehamilan Risiko Sangat Tinggi. Kegagalan kehamilan yang berulang bukan hanya berdampak pada kondisi fisik ibu, tetapi juga menimbulkan beban psikologis dan trauma yang mendalam. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan ketat, deteksi dini komplikasi, serta dukungan emosional yang intensif untuk memastikan kehamilan kali ini dapat berlangsung hingga cukup bulan (aterm) dan melahirkan bayi yang sehat. Puskesmas Tepus 1 sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama di wilayah Gunungkidul memiliki peran krusial dalam melakukan manajemen asuhan ini. Dengan letak geografis dan aksesibilitas di wilayah Gunungkidul, penguatan sistem rujukan dan kolaborasi antar tenaga kesehatan menjadi kunci utama dalam menyelamatkan ibu dan janin pada kasus risiko tinggi seperti yang dialami oleh Ny. H. Ny. H berusia 27 tahun G5P0Ab4Ah0 selama kehamilannya rutin melakukan pemeriksaan ANC di Puskesmas Tepus I dan Dokter spesialis kandungan. Pendampingan pertama Ny. H dilakukan pada saat ibu datang periksa di Puskesmas Tepus I pada usia kehamilan 36+3 minggu. Pendampingan selanjutnya dilakukan saat Ibu periksa ulang di Puskesmas Tepus I, kunjungan rumah, dan melalui whatsapp. .Pada masa kehamilan, persalinan, nifas dan pelayanan kontrasepsi Ny. H tidak ditemukan adanya komplikasi. Asuhan kebidanan sudah diberikan sesuai dengan masalah yang ada. Ibu memilih menggunakan alat kontrasepsi IUD pasca salin. Ibu melahirkan secara Seccio Caesarea di RS NUR ROHMAH. Bayi lahir langsung menangis dan warna kulit kemerahan dengan jenis kelamin laki-laki. By. Ny. H lahir dengan BB 3600 gr, PB 49 cm, LK 35 cm, LD 34 cm, dan LLA 12 cm. Pada masa neonatus, bayi tampak ikterik bagian muka dan badan, namun hasil lab billirubin masih menunjukkan angka normal.
| Item Type: | Thesis (Laporan-Coc) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 06:54 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 06:54 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/22025 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
