Winanda H, Novia (2026) Asuhan Berkesinambungan pada Ny. W Usia 42 Tahun G3P2A0AH2 dengan Kehamilan Hipertensi Kronik, Persalinan, Bayi Baru Lahir, Nifas Normal, dan KB IUD di Wilayah Kerja Puskesmas Seyegan. Other thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Sinopsis)
1. Abstract.pdf Download (105kB) |
|
Text (Lampiran)
2. Appendices.pdf Restricted to Registered users only Download (752kB) |
|
Text (Cover)
3. Awal.pdf Download (350kB) |
|
Text (Pendahuluan)
4. Chapter 1.pdf Download (187kB) |
|
Text (Kajian Kasus dan Teori)
5. Chapter 2.pdf Restricted to Registered users only Download (535kB) |
|
Text (Pembahasan)
6. Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (255kB) |
|
Text (Kesimpulan)
7. Conclusion.pdf Download (182kB) |
|
Text (Daftar Pustaka)
8. References.pdf Download (119kB) |
Abstract
Asuhan kebidanan berkesinambungan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak secara komprehensif melalui deteksi dini, pencegahan komplikasi. Kasus yang diambil pada laporan ini adalah Ny. W berusia 42 tahun G3P2A0AH2 yang termasuk dalam kategori kehamilan risiko tinggi akibat faktor usia maternal dan riwayat hipertensi kronik. Pengkajian pertama pada usia kehamilan 37 minggu. Ibu mengeluhkan pusing dengan hasil pemeriksaan tekanan darah mencapai 150/91 mmHg. Atas kondisi tersebut, bidan melakukan kolaborasi dengan dokter untuk memberikan rujukan secara tepat ke RS Queen Latifa demi pemantauan yang lebih intensif. Proses persalinan berlangsung di RS Queen Latifa pada 13 Maret 2026. Ny. W melahirkan seorang bayi laki yang langsung menangis kuat dan beradaptasi baik secara ekstrauterin melalui asuhan dasar BBL dan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Namun, pada kala IV persalinan, Ny. W mengalami komplikasi berupa perdarahan postpartum sekira ±450 cc akibat kontraksi uterus yang kurang baik. Komplikasi ini berhasil ditangani secara cepat melalui observasi ketat, pemasangan infus dua jalur, serta pemberian uterotonika (oksitosin dan metilergometrin), sehingga kondisi ibu berhasil distabilkan tanpa mengalami syok. Pada masa nifas dan neonatus, pemantauan berfokus pada kestabilan tekanan darah ibu serta adaptasi fisiologis bayi. Selama periode ini, ibu diberikan edukasi intensif mengenai nutrisi, ASI eksklusif, serta tanda bahaya nifas dan neonatus. Rangkaian asuhan diakhiri dengan pelayanan keluarga berencana, di mana ibu memilih metode kontrasepsi non-hormonal IUD. Pilihan ini dinilai paling aman dan rasional karena tidak memengaruhi produksi ASI serta tidak memperberat kondisi hipertensi kronik yang dideritanya.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | kehamilan, hipertensi kronik, persalinan, bayi baru lahir, nifas, kb iud |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Pendidikan Profesi Bidan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 06:08 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 06:08 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/21969 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
