Veny Wardatus Sholikhah (2026) ASUHAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. Y USIA 40 TAHUN G4P3AB0AH3 KEHAMILAN RISIKO TINGGI DENGAN FAKTOR USIA, MULTIPARITAS, KEKURANGAN ENERGI KRONIS, PRESENTASI BOKONG, DAN UNDERWEIGHT DI PUSKESMAS KARANGMOJO II. Laporan-Coc thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakrta.
|
Text
3_Awal.pdf Download (927kB) |
|
Text
1. Abstract.pdf Download (131kB) |
|
Text
4. Chapter 1.pdf Download (142kB) |
|
Text
5. Chapter 2.pdf Download (370kB) |
|
Text
6. Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (192kB) |
|
Text
7. Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (68kB) |
|
Text
8. References.pdf Download (134kB) |
|
Text
2. Appendices.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Asuhan Berkesinambungan pada Ny. Y Usia 40 Tahun G4P3Ab0Ah3 Kehamilan Risiko Tinggi dengan Faktor Usia, Multiparitas, Kekurangan Energi Kronis, Presentasi Bokong, dan Underweight di Puskesmas Karangmojo II SINOPSIS Asuhan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care) merupakan pelayanan kebidanan yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonatus, hingga pelayanan keluarga berencana. Pendekatan ini bertujuan untuk memantau kondisi ibu dan bayi secara terus menerus, mendeteksi dini faktor risiko maupun komplikasi, serta memberikan penatalaksanaan yang tepat guna meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Asuhan kebidanan berkesinambungan pada Ny. Y dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Karangmojo II mulai tanggal 25 Februari 2026 sampai 15 Mei 2026. Ny. Y usia 40 tahun G4P3Ab0Ah3 dengan kehamilan risiko tinggi karena faktor usia ≥35 tahun, multiparitas, Kekurangan Energi Kronik (KEK), dan presentasi bokong pada trimester III. Pada masa kehamilan dilakukan pengkajian menyeluruh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan obstetri, dan pemeriksaan penunjang. Hasil pemeriksaan menunjukkan usia kehamilan 36 minggu 3 hari dengan kondisi janin tunggal hidup intrauterin, letak memanjang, presentasi bokong, dan keadaan umum ibu baik. Penatalaksanaan yang diberikan meliputi edukasi mengenai kehamilan risiko tinggi, pemantauan gerak janin, konseling nutrisi pada kondisi KEK, pemberian tablet tambah darah, edukasi tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan dan rujukan, serta latihan knee chest position untuk membantu perubahan posisi janin. Pada kunjungan selanjutnya dilakukan pemantauan kondisi ibu dan janin secara berkala. Berdasarkan hasil USG tanggal 06 Maret 2026 diketahui posisi janin berubah menjadi presentasi kepala sehingga ibu merasa lebih tenang. Menjelang persalinan ibu mengalami kecemasan karena belum merasakan tanda persalinan meskipun usia kehamilan sudah aterm. Asuhan yang diberikan berupa konseling psikologis, edukasi tanda persalinan, pemantauan gerak janin, serta persiapan persalinan dan rujukan. Pada tanggal 02 April 2026 ibu datang ke PMB Rismintarti dengan keluhan kontraksi hilang timbul. Hasil pemeriksaan menunjukkan ibu inpartu kala I fase laten dengan presentasi bokong dan bagian terbawah janin belum masuk panggul sehingga dilakukan rujukan ke RSUD Wonosari mengingat kondisi kehamilan risiko tinggi. Persalinan berlangsung spontan pada tanggal 03 April 2026 pukul 04.02 WIB dan bayi lahir cukup bulan, menangis kuat, jenis kelamin laki-laki dengan berat badan lahir 3.230gram dan IMD dilakukan segera setelah lahir. Asuhan nifas dilakukan melalui kunjungan nifas KF 1 sampai KF 4. Pada masa nifas ibu mengalami nyeri jahitan ringan namun kondisi umum baik, involusi uterus normal, kontraksi uterus baik, lochea normal, dan tidak ditemukan tanda infeksi. Asuhan yang diberikan meliputi edukasi nutrisi nifas, personal hygiene, mobilisasi dini, pemberian ASI eksklusif, manajemen laktasi, pemantauan tanda bahaya nifas, serta konseling keluarga berencana. Asuhan bayi baru lahir dan neonatus dilakukan sejak KN 1 sampai KN 3. Bayi dalam kondisi normal, mendapatkan IMD, rawat gabung, injeksi vitamin K, dan imunisasi HB-0. Pada kunjungan neonatus usia 30 hari ditemukan ikterik Kramer II tanpa tanda kegawatan. Penatalaksanaan yang diberikan berupa edukasi ASI eksklusif, pemantauan pertumbuhan, menjaga kehangatan bayi, perawatan tali pusat, edukasi tanda bahaya neonatus, dan anjuran imunisasi dasar lengkap. Pada pelayanan keluarga berencana dilakukan konseling mengenai metode kontrasepsi jangka panjang. Ny. Y memilih menggunakan kontrasepsi IUD karena mempertimbangkan efektivitas jangka panjang dan tidak mengandung hormon. Konseling meliputi cara kerja IUD, keuntungan, efek samping, prosedur pemasangan, serta kontrol ulang pascapemasangan. Pada akhir asuhan ibu menyatakan mantap menggunakan IUD dan mendapat dukungan dari suami. Secara keseluruhan, asuhan kebidanan berkesinambungan pada Ny. Y berjalan dengan baik. Pemantauan secara kontinu sejak masa kehamilan hingga keluarga berencana membantu mendeteksi faktor risiko secara dini, memberikan penatalaksanaan yang tepat, serta mendukung tercapainya kondisi ibu dan bayi yang sehat. Pendekatan Continuity of Care terbukti penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan dan mencegah komplikasi maternal maupun neonatal.
| Item Type: | Thesis (Laporan-Coc) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Pendidikan Profesi Bidan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 06:08 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 06:13 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/21956 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
