Rolianti, Denni (2026) Hubungan Jumlah Retikulosit Dengan Indeks Eritrosit Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text (Cover)
Awal.pdf

Download (1MB)
Text (Abstrak)
Abstract.pdf

Download (179kB)
Text (Bab I)
Chapter 1.pdf

Download (172kB)
Text (Bab II)
Chapter 2.pdf

Download (421kB)
Text (Bab III)
Chapter 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (355kB) Request a copy
Text (Bab IV)
Chapter 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (290kB) Request a copy
Text (Kesimpulan)
Conclusion.pdf

Download (147kB)
Text (Daftar Pustaka)
References.pdf

Download (189kB)
Text (Lampiran)
Appendices.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) Request a copy
Official URL: http://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Gagal Ginjal Kronik (GGK) bersifat progresif dengan prevalensi cukup tinggi di indonesia, termasuk di yogyakarta. Pasien GGK sering menjalani hemodialisa yang dapat memicu anemia. Anemia pada GGK terutama akibat penurunan produksi hormon eritropoetin akibat kerusakan ginjal, serta faktor lain seperti defisiensi zat besi. Pemeriksaan indeks eritrosit dan hitung retikulosit penting untuk menegakkan diagnosis anemia, karena mencerminkan aktivitas sumsum tulang dan pematangan eritrosit. Pada pasien GGK, jumlah retikulosit cenderung rendah dan indeks eritrosit berubah. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah retikulosi dengan indeks eritrosit pada pasien GGK di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode penelitian: Jenis penelitian ini analitik kuantitatif dengan pendekatan observasional dan desain Cross-sectional. Sampel berupa darah EDTA pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Dilakukan pemeriksaan indeks eritrosit terlebih dahulu lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan jumlah retikulosit secara manual. Hasil: Mayoritas pasien GGK berjenis kelamin laki- laki 101 (59%) dan perempuan 70 (41%) dengan usia terbanyak (48%) pada kelompok usia pra lansia (45-59 tahun). Hasil indeks eritrosit menunjukkan (92%) mengalami anemia normositik normokrom. jumlah retikulosit normal (45%), (38%) di atas normal. Secara statistik tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah retikulosit dan indeks eritrosit. Kesimpulan:Tidak terdapat hubungan antara jumlah retikulosit dan indeks eritrosit pada pasien GGK di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Kata kunci: Gagal Ginjal Kronis, Jumlah Retikulosit, Indeks Eritrosit

Item Type: Thesis (Skripsi)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: Gagal Ginjal Kronis, Jumlah Retikulosit, Indeks Eritrosit
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RC Internal medicine
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis > Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 16 Oct 2026 01:23
Last Modified: 16 Oct 2026 01:23
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/21870

Actions (login required)

View Item View Item