Sengkoen, Maria Yulince (2025) PENGARUH EDUKASI MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN DAN MINAT PENGGUNAAN GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN PADA LANSIA. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text
Awal.pdf Download (541kB) |
|
Text
Abstrak.pdf Download (117kB) |
|
Text
Chapter 1.pdf Download (125kB) |
|
Text
Chapter 2.pdf Download (169kB) |
|
Text
Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (141kB) |
|
Text
Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (241kB) |
|
Text
Conclusion.pdf Download (46kB) |
|
Text
References.pdf Download (178kB) |
|
Text
Appendices.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
Text
NASKAH PUBLIKASI_KK LINCE.pdf Restricted to Repository staff only Download (523kB) |
Abstract
Latar Belakang : Hasil Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan kehilangan gigi pada usia 55–64 tahun 37,2% dan pada usia ≥65 tahun 46,5%. Studi pendahuluan 80% lansia memiliki pengetahuan kurang dan 70% tidak berminat memasang gigi tiruan. Kehilangan gigi pada lansia dapat menurunkan fungsi pengunyahan, bicara, serta estetika, sehingga berdampak pada kualitas hidup. Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah gigi tiruan sebagian lepasan, namun kurangnya pengetahuan dan minat penggunaan gigi tiruan masih menjadi kendala. Media video sebagai sarana edukasi dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan minat. Tujuan : Diketahuinya pengaruh edukasi menggunakan media video terhadap pengetahuan dan minat penggunaan GTSL pada lansia. Metode : Penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan pre-test posttest with control group. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus 2025. Populasi adalah lansia berusia 60-69 tahun pada posyandu lansia Puskesmas Inbate Desa Haumeni Ana, Kecamatan Bikomi-Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sampel dengan jumlah 70 responden, pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan, minat sebelum dan sesudah edukasi media video, dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil : Pengetahuan GTSL sebelum diberikan edukasi media video pada kriteria kurang (60%), setelah edukasi menjadi kriteria baik (94,3%). Minat penggunaa GTSL sebelum diberikan edukasi media video pada kriteria rendah (62,9%), setelah edukasi menjadi kriteria tinggi (91,4%). Hasil uji Wilcoxon diperoleh p-value 0,000<0,05, maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan video dan ceramah. Hasil uji Mann-Whitney diperoleh 0,000<0,05 yang artinya terdapat pengaruh yang bermakna sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan video dan ceramah. Kesimpulan : Edukasi media video berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan minat penggunaan GTSL pada lansia. Kata Kunci : Edukasi, Media Video, Pengetahuan, Minat, GTSL, Lansia
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Edukasi, Media Video, Pengetahuan, Minat, GTSL, Lansia |
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan Gigi > Program Studi Sarjana Terapan Terapi Gigi |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 25 Feb 2026 04:03 |
| Last Modified: | 25 Feb 2026 04:03 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/21414 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
