Hasan, Zain Rijalul (2025) HUBUNGAN SATURASI OKSIGEN DENGAN KEJADIAN BATUK SAAT PEMBERIAN INDUKSI FENTANIL PADA GENERAL ANESTESI DI RSUD DOKTER HARJONO PONOROGO. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text
1. Awal.pdf Download (17MB) |
|
Text
2. Abstract.pdf Download (66kB) |
|
Text
3. Chapter 1.pdf Download (179kB) |
|
Text
4. Chapter 2.pdf Restricted to Registered users only Download (268kB) |
|
Text
5. Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (273kB) |
|
Text
6. Chapter 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (316kB) |
|
Text
7. Conclusion.pdf Download (91kB) |
|
Text
8. References.pdf Download (185kB) |
|
Text
9. Appendics.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Latar Belakang: Fentanyl adalah opioid yang sering digunakan saat induksi anestesi umum, namun dapat memicu refleks batuk (Fentanyl-Induced Cough/FIC). Saturasi oksigen (SpO₂). Saturasi oksigen (SpO₂) merupakan parameter penting dalam anestesi, namun hubungannya dengan FIC (Fentanyl Induced Cough) masih belum banyak diteliti. Tujuan: Menganalisis hubungan antara saturasi oksigen dengan kejadian batuk saat induksi fentanyl pada anestesi umum, serta mendeskripsikan karakteristik pasien dan kejadian batuk yang terjadi. Metode: Penelitian ini adalah studi analitik observasional dengan desain potong lintang.Sebanyak 68 pasien anestesi umum dengan induksi fentanil di RSUD Dr. Harjono diamati. Data SpO₂ pra-pasca induksi dan kejadian batuk (ringan, sedang, berat) dikumpulkan.Analisis menggunakan uji Kolmogorov Smirnov dan korelasi Spearman Rho. Hasil: Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki, berusia 46–55 tahun,dengan status ASA II, dan memiliki IMT normal. Kejadian batuk ditemukan sebesar 23,5%, dengan derajat ringan paling banyak. Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara saturasi oksigen pasca induksi dengan kejadian batuk (ρ = -0.342, p = 0.004), yang menunjukkan bahwa semakin rendah SpO₂ pasca induksi, semakin tinggi kejadian batuk. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara SpO₂ pra induksi dengan kejadian batuk (p = 0.117). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara saturasi oksigen pasca induksi dengan kejadian batuk saat induksi fentanyl pada anestesi umum. Saturasi oksigen yang lebih rendah pasca induksi berkorelasi dengan peningkatan risiko batuk. Pemantauan saturasi oksigen selama induksi penting untuk meminimalkan risiko. Kata kunci: Fentanil, Kejadian Batuk, Saturasi Oksigen, Anestesi Umum, Induksi
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Fentanil, Kejadian Batuk, Saturasi Oksigen, Anestesi Umum, Induksi |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 05 Jun 2026 07:40 |
| Last Modified: | 05 Jun 2026 07:40 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/21155 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
