Salsabilla, Sri Bayus (2026) GAMBARAN KEPADATAN NYAMUK BERDASARKAN INDEKS LARVITRAP PADA VARIASI JARAK PERMUKIMAN DARI KANDANG TERNAK DI KELURAHAN SIDOMOYO, GODEAN, SLEMAN. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text (Cover)
Awal.pdf

Download (834kB)
Text (Abstract)
Abstract.pdf

Download (129kB)
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf

Download (165kB)
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf

Download (179kB)
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (156kB) Request a copy
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (189kB) Request a copy
Text (Conclusion)
Conclusion.pdf

Download (125kB)
Text (References)
References.pdf

Download (175kB)
Text (Appendices)
Appendices.pdf
Restricted to Registered users only

Download (6MB) Request a copy
Text (KTI)
SRI BAYUS SALSABILLA_P07133123019.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB) Request a copy
Official URL: https://poltekkesjogja.ac.id/

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit berbasis vektor yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Keberadaan kandang ternak yang berdekatan dengan permukiman diduga memengaruhi kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes sebagai vektor DBD. Surveilans larva menggunakan larvitrap dapat digunakan untuk menggambarkan kepadatan vektor melalui nilai Larvitrap Index (LI). Tujuan: Mengetahui gambaran kepadatan nyamuk berdasarkan indeks larvitrap pada variasi jarak permukiman dari kandang ternak di Kelurahan Sidomoyo, Godean, Sleman. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Sampel penelitian sebanyak 20 rumah yang dibagi ke dalam empat variasi jarak dari kandang ternak (≤25 m, ≤50 m, ≤75 m, dan ≤100 m). Pada setiap rumah dipasang dua larvitrap, yaitu indoor dan outdoor, sehingga total larvitrap sebanyak 40 unit. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan perhitungan Larvitrap Index (LI). Hasil: Sebanyak 27 dari 40 larvitrap ditemukan positif larva dengan Larvitrap Index keseluruhan sebesar 67,5%. Nilai LI tertinggi ditemukan pada jarak ≤25 m dan ≤50 m sebesar 80%, sedangkan terendah pada jarak ≤100 m sebesar 40%. Larvitrap indoor menunjukkan nilai OI lebih tinggi (75%) dibandingkan outdoor (60%). Kesimpulan: Semakin dekat jarak permukiman dengan kandang ternak, semakin tinggi kepadatan larva. Seluruh lokasi penelitian menunjukkan potensi risiko keberadaan vektor DBD. Kata Kunci: DBD, larvitrap, Larvitrap Index, kandang ternak

Item Type: Thesis (Diploma)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: DBD, larvitrap, Larvitrap Index, kandang ternak
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi DIII Kesehatan Lingkungan
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 16 Sep 2026 03:10
Last Modified: 16 Sep 2026 03:10
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/24572

Actions (login required)

View Item View Item