Sifani, Fatikh (2026) ANALISIS KEBUTUHAN FASILITAS PENGELOLAANSAMPAHDI PASAR PIYUNGAN DAN PASAR KEMBANGSARI KABUPATEN BANTUL. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Awal)
Awal.pdf Download (564kB) |
|
Text (Abstract)
Abstract.pdf Download (340kB) |
|
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf Download (302kB) |
|
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf Download (366kB) |
|
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (305kB) |
|
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (356kB) |
|
Text (Conclusion)
Conclusion.pdf Download (228kB) |
|
Text (References)
Referens.pdf Download (262kB) |
|
Text (Appendices)
Appendices.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
Text (Fatikh Sifani_P07133123072)
FATIKH SIFANI rev 06-05 (2) (1).pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Latar belakang : Menurut studi pendahuluan keterbatasan jumlah dan kondisi fasilitas di Pasar Piyungan dan Pasar Kembangsari menyebabkan pengelolaansampah belum optimal dan belum memenuhi standar Pasar Sehat sesuai Permenkes Nomor 17 Tahun 2020 Tujuan : Mengetahui kebutuhan fasilitas pengelolaan sampah di Pasar Piyungandan Pasar Kembangsari Kabupaten Bantul berdasarkan standar Pasar Sehat sesuai Permenkes Nomor 17 Tahun 2020. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatanobservasional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, pengukuran timbulan dan volume sampah selama 8 hari, checklist fasilitaspengelolaan sampah, serta dokumentasi.. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa total timbulan sampah di Pasar Piyungan sebesar 1.437,15 kg dengan volume 5,75 m³ dan rata-rata 179,64 kg/hari atau 0,71 m³/hari. Komposisi sampah didominasi oleh sampah organik sebesar 69,59% dan anorganik sebesar 30,41%. Sementara itu, total timbulan sampahdi Pasar Kembangsari sebesar 495,28 kg dengan volume 1,98 m³ dan rata-rata 61,91kg/hari atau 0,25 m³/hari, dengan komposisi sampah organik sebesar 54,75%dananorganik sebesar 45,25%. Hasil checklist fasilitas tempat sampah menunjukkanPasar Piyungan memperoleh nilai 60% dan Pasar Kembangsari 40%, sehinggakeduanya belum memenuhi standar Pasar Sehat. Berdasarkan hasil perhitungankebutuhan fasilitas, Pasar Piyungan membutuhkan 115 unit tempat sampah, namun hanya tersedia 20 unit, sedangkan Pasar Kembangsari membutuhkan40unit dan hanya tersedia 10 unit. Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa fasilitas pengelolaan sampahdi Pasar Piyungan dan Pasar Kembangsari belum memenuhi standar PermenkesNomor 17 Tahun 2020. Oleh karena itu, diperlukan penambahan jumlah tempat sampah, penggunaan wadah yang memenuhi syarat kesehatan, serta peningkatansistem pemilahan dan pengelolaan sampah agar tercipta lingkungan pasar yangbersih dan sehat. Kata kunci : Pengelolaan sampah, pasar sehat, timbulan sampah, fasilitas sampah, pasar tradisional
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | Pengelolaan sampah, pasar sehat, timbulan sampah, fasilitas sampah, pasar tradisional |
| Subjects: | T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi DIII Kesehatan Lingkungan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 01 Oct 2026 03:40 |
| Last Modified: | 01 Oct 2026 03:40 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/24364 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
