Bagaskara, Kartika Ahmad (2026) GAMBARAN KEPADATAN DAN UPAYA PENGENDALIAN LALAT DI PASAR GAMPING, KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2026. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text (Awal)
Awal.pdf

Download (1MB)
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (81kB)
Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf

Download (116kB)
Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf

Download (232kB)
Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (121kB)
Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (440kB)
Text (Conclusion)
Chapter 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (109kB)
Text (References)
References.pdf

Download (124kB)
Text (Appendices)
Appendices.pdf
Restricted to Registered users only

Download (849kB)
Text (KTI FULL)
KTI FIXXX.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Latar Belakang: Pasar tradisional berpotensi menghasilkan limbah organik dari aktivitas penjualan bahan pangan segar. Kondisi sanitasi yang kurang baik dapat mendukung keberadaan lalat sebagai vektor mekanik penyakit. Pasar Gamping memerlukan data terbaru mengenai kepadatan lalat, kondisi sanitasi, dan upaya pengendaliannya. Tujuan: Mengetahui gambaran kepadatan lalat, kondisi sanitasi, dan upaya pengendalian lalat di Pasar Gamping Sleman tahun 2026. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode observasional. Pengukuran kepadatan lalat dilakukan menggunakan fly grill pada Los Ikan, Daging, Ayam; Los Sayur; Area Limbah Organik; dan TPS. Kondisi sanitasi dinilai menggunakan checklist observasi, sedangkan upaya pengendalian lalat diperoleh melalui wawancara dengan pengelola pasar, petugas kebersihan, dan pedagang. Hasil: Kepadatan lalat tertinggi terdapat pada Area Limbah Organik sebesar 8,575 ekor/block grill dan TPS sebesar 7,475 ekor/block grill, keduanya kategori tinggi. Los Sayur sebesar 5,175 ekor/block grill kategori sedang, sedangkan Los Ikan, Daging, Ayam sebesar 1,541 ekor/block grill kategori rendah. Kondisi sanitasi Los Ikan, Daging, Ayam dan Los Sayur termasuk cukup, sedangkan Area Limbah Organik dan TPS termasuk buruk. Pengendalian lalat dilakukan melalui penyemprotan saat terdapat masalah lalat, pembersihan area dagang, dan edukasi pedagang. Kesimpulan: Kepadatan lalat tertinggi ditemukan pada area dengan kondisi sanitasi buruk, yaitu Area Limbah Organik dan TPS. Upaya pengendalian lalat masih bersifat insidental sehingga perlu diperkuat melalui pengelolaan limbah dan kebersihan pasar. Kata Kunci: Kepadatan lalat, pengendalian lalat, sanitasi pasar, pasar tradisional.

Item Type: Thesis (Diploma)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: .
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi DIII Kesehatan Lingkungan
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 25 Sep 2026 04:43
Last Modified: 25 Sep 2026 04:43
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/24326

Actions (login required)

View Item View Item