Susanto, Raihan Daffa (2026) GAMBARAN KEPADATAN LALAT DI PASAR MUNTILAN KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2026. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Text (Awal)
AWAL_RAIHAN DAFFA.pdf

Download (545kB)
Text (Abstract)
ABSTRAK_RAIHAN DAFFA.pdf

Download (214kB)
Text (Chapter 1)
BAB I_RAIHAN DAFFA.pdf

Download (161kB)
Text (Chapter 2)
BAB II_RAIHAN DAFFA.pdf

Download (256kB)
Text (Chapter 3)
BAB III_RAIHAN DAFFA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (169kB)
Text (Chapter 4)
BAB IV_RAIHAN DAFFA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (271kB)
Text (Chapter 5)
BAB V_RAIHAN DAFFA.pdf

Download (130kB)
Text (Reference)
DAFTAR PUSTAKA_RAIHAN DAFFA.pdf

Download (150kB)
Text (Appendices)
LAMPIRAN KTI RAIHAN DAFFA SUANTO.pdf
Restricted to Registered users only

Download (719kB)
Text (KTI)
FULL KTI RAIHAN DAFFA S ACC.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
Official URL: http://poltekkesjogja.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Pasar tradisional merupakan pusat aktivitas ekonomi yang berpotensi menimbulkan masalah sanitasi akibat penumpukan sampah organik dan pengelolaan limbah yang kurang optimal. Kondisi ini mendukung berkembangnya lalat sebagai vektor penyebar penyakit seperti diare, kolera, dan disentri. Tingginya aktivitas di Pasar Muntilan Kabupaten Magelang turut meningkatkan risiko kepadatan lalat, khususnya di area penjualan bahan pangan dan TPSS. Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat kepadatan lalat di Pasar Muntilan Kabupaten Magelang Tahun 2026 pada los daging sapi, los daging ayam, los sayur, dan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional. Pengukuran kepadatan lalat dilakukan menggunakan fly grill pada empat lokasi pengamatan. Pengukuran dilakukan sebanyak 10 kali selama 30 detik pada pagi dan sore hari, kemudian diambil lima nilai tertinggi untuk dihitung rata-ratanya. suhu dan kelembapan diukur menggunakan termohigrometer. Hasil: Rata-rata kepadatan lalat pada los daging sapi sebesar 0,1 ekor/block grill, los daging ayam sebesar 0,07 ekor/block grill, dan los sayur sebesar 0 ekor/block grill yang termasuk kategori rendah. Sementara itu, kepadatan lalat pada area TPSS sebesar 4,57 ekor/block grill yang termasuk kategori tinggi. Suhu lingkungan berkisar antara 29,35°C–31°C dengan kelembapan udara 67,4%–73,8% RH. Kesimpulan: Tingkat kepadatan lalat di Pasar Muntilan pada los daging sapi, los daging ayam, dan los sayur tergolong rendah, sedangkan pada area TPSS tergolong tinggi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dan sanitasi lingkungan pada area TPSS masih perlu ditingkatkan. Kata Kunci: Kepadatan lalat, pasar tradisional, sanitasi lingkungan, fly grill, TPSS.

Item Type: Thesis (Diploma)
Kata Kunci/Keyword Abstrak: Kepadatan lalat, pasar tradisional, sanitasi lingkungan, fly grill, TPSS.
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi DIII Kesehatan Lingkungan
Depositing User: Mahasiswa Polkesyogya
Date Deposited: 31 Aug 2026 04:34
Last Modified: 31 Aug 2026 04:34
URI: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/24219

Actions (login required)

View Item View Item