Lusian, Risma (2026) Hubungan Rasio Inspirasi–Ekspirasi Dengan Nilai End-Tidal CO₂ Intraoperatif Pada Pasien Anestesi Umum Dengan Endotracheal Tube (ETT). Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Full-text)
Full-text.pdf Download (6MB) |
|
Text (Cover)
1. Awal.pdf Download (3MB) |
|
Text (Abstract)
2. Abstract.pdf Download (237kB) |
|
Text (Chapter 1)
3. Chapter 1.pdf Download (317kB) |
|
Text (Chapter 2)
4. Chapter 2.pdf Download (340kB) |
|
Text (Chapter 3)
5. Chapter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (366kB) |
|
Text (Chapter 4)
6. Chapter 4.pdf Restricted to Registered users only Download (319kB) |
|
Text (Conclusion)
7. Conclusion.pdf Download (181kB) |
|
Text (References)
8. References.pdf Download (286kB) |
|
Text (Appendics)
9. Appendics.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
Text (Naskah Publikasi)
NASPUB.pdf Restricted to Repository staff only Download (365kB) |
Abstract
Latar Belakang:Pengaturan ventilasi mekanik selama anestesi umum berperan penting dalam mempertahankan ventilasi alveolar dan eliminasi karbon dioksida. Rasio inspirasi-ekspirasi merupakan salah satu parameter ventilasi yang dapat memengaruhi nilai End-Tidal CO₂ (EtCO₂). Namun, hasil penelitian sebelumnya mengenai hubungan rasio inspirasi-ekspirasi tersebut masih menunjukkan hasil yang beragam. Tujuan: Mengetahui hubungan rasio inspirasi-ekspirasi dengan nilai End-Tidal CO₂ (EtCO₂) pada pasien anestesi umum dengan Endotracheal Tube (ETT) di RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro. Metode: Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Variabel yang diamati meliputi rasio inspirasi-ekspirasi sebagai variabel bebas dan nilai EtCO₂ intraoperatif sebagai variabel terikat. Data diperoleh melalui observasi selama tindakan anestesi umum dan dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil: Sebagian responden menggunakan rasio I:E 1:2 (50,0%) dan sebagian lainnya menggunakan rasio I:E 1:3 (50,0%). Rerata nilai EtCO₂ pada kelompok rasio I:E 1:2 sebesar 39,81 mmHg, lebih tinggi dibandingkan kelompok rasio I:E 1:3 sebesar 37,38 mmHg dengan selisih rerata 2,43 mmHg. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan nilai r = -0,650 dan p-value = 0,000 (p<0,05), yang menunjukkan hubungan negatif kuat dan signifikan antara rasio inspirasi-ekspirasi dan nilai EtCO₂. Kesimpulan: Terdapat hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara rasio inspirasi-ekspirasi dengan nilai EtCO₂ pada pasien anestesi umum dengan Endotracheal Tube (ETT). Semakin panjang fase ekspirasi, maka nilai EtCO₂ cenderung menurun. Kata Kunci: ventilasi mekanik, kapnografi, ventilasi alveolar, endotracheal tube, anestesi umum. 1Mahasiswa Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta 2,3Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | ventilasi mekanik, kapnografi, ventilasi alveolar, endotracheal tube, anestesi umum. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Keperawatan > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 09:54 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 09:54 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/24143 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
