Hineshi Saraswati Azra, Hineshi (2026) PENGARUH JARAK DAN WAKTU PENYEMPROTAN PADA ALAT SPRAY OTOMATIS BERBASIS TIMER TERHADAP VOLUME CAIRAN REPELLENT ALAMI PADA MEDIA KERTAS. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Cover dan halaman judul)
Awal.pdf Download (612kB) |
|
Text (Abstrak)
Abstract.pdf Download (135kB) |
|
Text (Chapter 1)
Capter 1.pdf Download (171kB) |
|
Text (Chapter 2)
Capter 2.pdf Download (200kB) |
|
Text (Chapter 3)
capter 3.pdf Restricted to Registered users only Download (229kB) Request a copy |
|
Text (Chapter 4)
Cpater 4.pdf Restricted to Registered users only Download (196kB) Request a copy |
|
Text (Clonclusion)
Conclusion.pdf Download (187kB) |
|
Text (References)
References.pdf Download (151kB) |
|
Text (Appendices)
Appendices.pdf Restricted to Registered users only Download (317kB) Request a copy |
|
Text (TUGAS AKHIR)
TUGAS AKHIR.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) Request a copy |
Abstract
Latar belakang Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan utama yang ditularkan melalui nyamuk. Repellent banyak digunakan sebagai upaya pengendalian vektor, tetapi penyemprotan secara manual sering menghasilkan dosis dan frekuensi aplikasi yang tidak konsisten. Alat spray otomatis berbasis timer diharapkan mampu memberikan penyemprotan yang lebih terkontrol. Pengukuran volume deposisi diperlukan untuk mengevaluasi distribusi repellent alami pada area sasaran. Tujuan : Mengetahui pengaruh jarak penyemprotan dan waktu penyemprotan terhadap volume deposisi repellent alami menggunakan alat spray otomatis berbasis timer. Metode : Penelitian eksperimen ini mengevaluasi jarak penyemprotan 1 m, 1,5 m, dan 2 m serta waktu penyemprotan 1, 2, dan 3 detik. Volume deposisi cairan diukur secara gravimetri berdasarkan selisih berat kertas sebelum dan sesudah penyemprotan. Setiap perlakuan diulang sebanyak sembilan kali. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, Kruskal-Wallis, dan uji lanjut Mann-Whitney. Hasil : Rata-rata deposisi tertinggi sebesar 0,1776 g diperoleh pada jarak 1,5 m dengan waktu penyemprotan 2 detik, sedangkan rata-rata terendah sebesar 0,0004 g diperoleh pada jarak 2 m dengan waktu penyemprotan 1 detik. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok waktu penyemprotan (p=0,002). Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan yang signifikan antara waktu penyemprotan 1 dan 2 detik (p=0,021) serta 1 dan 3 detik (p<0,001), tetapi tidak antara 2 dan 3 detik (p=0,320). Kesimpulan : Jarak dan waktu penyemprotan memengaruhi volume deposisi repellent alami pada media kertas. Secara umum, volume deposisi meningkat seiring bertambahnya waktu penyemprotan dan menurun seiring bertambahnya jarak penyemprotan. Kata kunci : spray otomatis, repellent alami, volume deposisi, jarak penyemprotan, waktu penyemprotan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | spray otomatis, repellent alami, volume deposisi, jarak penyemprotan, waktu penyemprotan. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 02:11 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 02:11 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/24135 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
