Akbar, Anang Dwi Selpa (2026) GAMBARAN KANDUNGAN FORMALIN PADA IKAN PINDANG KERANJANG DI PASAR WILAYAH KAPANEWON TEMPEL SLEMAN, YOGYAKARTA. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
|
Text (Awal)
AWAL.pdf Download (456kB) |
|
Text (Abstract)
ABSTRACT.pdf Download (98kB) |
|
Text (Chapter I)
CHAPTER I.pdf Download (119kB) |
|
Text (Chapter II)
CHAPTER II.pdf Download (270kB) |
|
Text (Chapter III)
CHAPTER III.pdf Restricted to Registered users only Download (55kB) |
|
Text (Chapter IV)
CHAPTER IV.pdf Restricted to Registered users only Download (538kB) |
|
Text (Chapter V)
CHAPTER V.pdf Download (36kB) |
|
Text (References)
REFERENCES.pdf Download (164kB) |
|
Text (Appendices)
APPENDICES.pdf Restricted to Registered users only Download (513kB) |
|
Text (KTI)
KTI FIX.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang : Ikan pindang keranjang merupakan produk olahan ikan tradisional yang banyak dikonsumsi masyarakat karena bergizi tinggi dan harganya terjangkau. Namun, penggunaan formalin sebagai bahan pengawet masih ditemukan pada ikan pindang di pasar tradisional. Formalin merupakan bahan berbahaya yang dilarang digunakan pada pangan karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Berdasarkan observasi awal di Pasar Wilayah Kapanewon Tempel ditemukan ikan pindang dengan ciri fisik yang diduga mengandung formalin. Tujuan : Mengetahui gambaran kandungan formalin pada ikan pindang keranjang yang dijual di Pasar Wilayah Kapanewon Tempel, Sleman, Yogyakarta. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Sampel berjumlah 26 ikan pindang yang terdiri dari ikan tongkol, salem, kembung, bandeng, dan cakalang. Pemeriksaan dilakukan melalui pengamatan tekstur, warna, aroma, mata ikan, dan dilanjutkan uji Test Kit Formalin ET. Hasil : Sebanyak 17 sampel (65%) positif formalin dan 9 sampel (35%) negatif. sedangkan 9 sampel (35%) negatif formalin. Ikan tongkol menunjukkan 8 sampel (80%) positif formalin, ikan salem 7 sampel (88%), dan ikan kembung 2 sampel (100%). Sementara itu, seluruh sampel ikan bandeng dan ikan cakalang dinyatakan negatif formalin. Ciri fisik yang dominan yaitu tekstur keras, warna pucat, tidak berbau khas ikan, dan mata cekung keruh. Kesimpulan : Ikan pindang positive for formalin were still found in markets in Tempel Subdistrict, indicating the need for regular food safety monitoring. Kata Kunci : ikan pindang keranjang, formalin, test kit formalin.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Kata Kunci/Keyword Abstrak: | ikan pindang keranjang, formalin, test kit formalin |
| Subjects: | T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Yogyakarta > Jurusan Kesehatan Lingkungan > Program Studi DIII Kesehatan Lingkungan |
| Depositing User: | Mahasiswa Polkesyogya |
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 07:24 |
| Last Modified: | 06 Aug 2026 07:24 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/id/eprint/24096 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
